TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wisata Air Kali Cibanten akan segera diresmikan dengan konsep jalur susur sungai yang mengusung tema wisata edukasi sejarah sungai, arung jeram, dan river tubing.
Wisata Air Kali Cibanten ini langsung diawali oleh Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersama Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten Ely Susiyanti dan jajaran lainnya saat soft launching, Sabtu (31/1).
Tinawati mengarungi Cibanten selama 50 menit. Perjalanan dimulai dari bawah Jembatan Kidemang hingga titik finis di Bendungan Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong sungai tidak hanya sebagai ekosistem alam, tetapi juga sebagai sumber edukasi lingkungan dan penggerak ekonomi.
Sementara Pengelolaannya dilakukan secara kolaboratif antara Komunitas Peduli Sungai Banten dan Koperasi Tunas Madani Kota Serang dan pemerintah daerah.
Tinawati mengatakan, Kali Cibanten memiliki karakter yang menarik dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai wisata air berbasis edukasi dan pelestarian lingkungan
"Jalurnya seru dan aman. Sungai ini memiliki banyak potensi, sehingga sangat cocok dikembangkan sebagai wisata edukasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa lebih mengenal dan mencintai sungai," katanya.
Ia berharap, dengan diluncurkannya Wisata Air Kali Cibanten, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai semakin meningkat.
"Sungai yang terjaga dapat memberikan manfaat besar, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, pengembangan wisata sungai juga sejalan dengan peran TP PKK Provinsi Banten sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal dan peningkatan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Kepala Dispar Provinsi Banten Eli Susiyanti memberikan apresiasinya atas inisiatif pengembangan Wisata Air Kali Cibanten yang dipelopori oleh para relawan.
"Ini merupakan inovasi destinasi wisata baru. Selain kecintaan terhadap olahraga arung jeram, terdapat misi besar agar Kali Cibanten kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ia menuturkan, pengembangan wisata sungai diharapkan dapat memperluas ragam destinasi pariwisata di Banten agar tidak hanya bertumpu pada wisata pantai.
"Kebersihan menjadi faktor utama dalam pariwisata. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kenyamanan dan daya tarik destinasi wisata," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten Lulu Jamaludin menjelaskan, wisata ini dikembangkan sebagai wisata arung jeram dengan tingkat kesulitan grade II atau arus ringan hingga sedang. Perjalanan relatif aman dan dapat dinikmati berbagai kalangan termasuk pelajar.