TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah aktivis Kabupaten Lebak menggelar aksi open donasi untuk pembangunan hunian tetap (huntap) 315 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang 2020 di Kecamatan Lebak Gedong dan Cipanas. Korban saat ini kondisinya memprihatinkan, enam tahun tinggal di hunian sementara (huntara) yang tidak layak.
Ade Surnaga, koordinator open donasi menyatakan keprihatinannya dengan kondisi korban banjir bandang yang haknya terabaikan oleh negara.
"Aksi open donasi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap saudara-saudara kita yang sudah enam tahun tinggal di huntara yang beralas, berdinding, dan beratap terpal kumuh," katanya kepada wartawan di Alun-alun Rangkasbitung, Rabu (14/1).
Menurutnya, pemerintah telah abai terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana. Harusnya pemerintah daerah, provinsi, dan pusat hadir bukan hanya melihat-lihat kondisi mereka. Karena, yang dibutuhkan korban bencana adalah keseriusan penanganan oleh pemerintah.
"Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya janji-janji saja tanpa ada realisasi, pembangunan huntap yang dijadwalkan dibangun tahun 2025 batal dibangun dengan berbagai alasan," ujarnya.
Kata dia, korban banjir bandang yang saat ini berada di Cigobang, perbatasan Bogor, Jawa Barat, iri terhadap korban bencana warga Bogor yang sudah tinggal di huntap yang sangat layak dengan akses jalan yang juga layak.
"Iya kebetulan huntara warga Lebak Gedong dengan huntap warga Bogor berdekatan, terlihat sangat kontras penanganan dan perlakuan pemerintah Bogor dan Pemkab Lebak terhadap warganya yang jadi korban bencana," paparnya.
Untuk itu, kata Ade, dirinya selain melakunan membuka donasi hingga 20 Januari, pihaknya juga akan melakuakan aksi ke istana presiden jika korban bencana ini belum juga mendapatkan keadilan.
"Donasi ini dalam bentuk material, dan kita tidak menerima dalam bentuk uang, hasilnya nanti akan kita bangun hunian untuk mereka korban bencana," ucapnya.
Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari mengatakan, hasil rapat terbatas dengan Pemkab Lebak, penanganan pematangan lahan di lahan untuk huntap akan dibiayai oleh Pemkab Lebak yang anggarannya sebesar Rp2 miliar.
"Kita juga akan audensi dengan Pemprov Banten besok (Kamis), kita mau tahu apa yang bisa mereka bantu buat masalah ini, kalau anggaran pematangan sudah jelas dari Pemkab Lebak," ucapnya. (fad)