Irigasi di Taman Sari Dinormalisasi

Selasa 13-01-2026,21:31 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pem­kot) Serang bersama Peme­rintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai melakukan normalisasi Sungai Induk Irigasi Cibanten yang berada di kawasan Taman Sari. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir yang kerap melanda se­jumlah wilayah, khususnya ka­wasan Royal Baru.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi debit air saat hujan deras. Menurutnya, penye­bab banjir di Kota Serang cukup beragam sehingga penanganannya harus dilakukan secara me­nyeluruh. 

“Ini salah satu upaya penanganan banjir untuk mengurangi debit air, khususnya yang kemarin terjadi di kawasan Royal. Penyebab banjir cukup banyak, sehingga pena­nganannya juga harus menye­luruh,” ujarnya usai memantau normalisasi tersebut, Selasa (13/1).

Ia menjelaskan, normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari ins­truksi langsung Gubernur Ban­ten Andra Soni yang menurunkan alat berat ke lokasi. 

Budi juga mengaku telah berkoor­dinasi intensif dengan jajaran pemprov, termasuk Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten.

“Insya Allah ke depan juga akan dibangun TPT (tembok penahan tanah) agar penataan lebih baik,” katanya.

Pembangunan TPT tersebut akan dilakukan bersamaan dengan proses normalisasi dan penataan aliran sungai, mengingat kawasan tersebut berada di tengah wilayah perkotaan yang padat aktivitas.

Budi menegaskan, Sungai Induk Irigasi Cibanten merupakan kewe­nangan Pemprov Banten. Aliran sungai ini terhubung hingga wila­yah Lopang dan Unyur, sehingga penanganan ke depan akan dilan­jutkan sampai ke daerah tersebut.

“Jika ditemukan bangunan yang menghambat aliran sungai, maka akan kita tertibkan dan bongkar, seperti yang juga sedang dilakukan di kawasan Banten Lama,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Operasional dan Pemeliharaan UPTD Penge­lolaan DAS DPUPR Banten, Eddy Hariyadi mengatakan pihaknya saat ini fokus menangani titik banjir di kawasan Taman Sari untuk mengurangi dampak gena­ngan di Royal Baru.

“Untuk semen­tara, penanganan difokuskan di titik ini sampai benar-benar beres. Setelah itu baru menyusul titik-titik lainnya sesuai hasil rapat,” ujarnya. 

Ia menyebutkan, alat berat sudah disebar ke beberapa lokasi rawan banjir, di antaranya kawasan Ban­ten Lama, Benteng Speelwijk, serta Taman Sari.

Eddy mengungkapkan, penyebab utama banjir di lokasi tersebut adalah penyempitan saluran su­ngai. Dari yang semula memiliki lebar sekitar 15 meter, kini me­nyempit hingga hanya sekitar dua meter akibat banyaknya bangunan yang berdiri di atas saluran. 

“Akibatnya alat berat sulit masuk. Pola kerjanya, Pemkot melakukan pendataan dan sosialisasi termasuk terkait relokasi dan kompensasi. Setelah itu kami yang melakukan pembongkaran di lapangan, seperti yang sudah dilakukan,” pung­kasnya. (ald)

Kategori :