SDN Cikasungka IV: Wajib Ikuti Kegiatan Keagamaan Selama Ramadan
SALAT BERJAMAAH: Siswa SDN Cikasungka IV saat mengikuti salat berjamaah di halaman sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Suasana religius begitu terasa di lingkungan SDN Cikasungka IV. Sejak hari pertama puasa, seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang telah diprogramkan sekolah.
Kegiatan tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an, doa bersama, Salat Duha serta tausiah singkat yang disampaikan guru sebelum kegiatan belajar mengajar. Meski menjalani ibadah puasa, para siswa tetap terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Kepala SDN Cikasungka IV Imas Permassari mengatakan, Ramadan menjadi momen penting untuk menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada para siswa sejak dini.
“Sejak puasa pertama sampai hari ini, alhamdulillah anak-anak tetap semangat mengikuti kegiatan keagamaan yang sudah kami jadwalkan. Kami memang mewajibkan seluruh siswa untuk terlibat, karena ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dari akademik,” ujar Imas kepada Tangerang Ekspres, Kamis (26/2).
Ia menjelaskan, khusus siswa kelas 1 hingga kelas 3, sekolah memberikan kebijakan puasa setengah hari sebagai bentuk pembelajaran bertahap. Menurutnya, hal itu dilakukan agar anak-anak tetap bisa belajar makna puasa tanpa merasa terbebani.
“Untuk siswa kelas bawah, kami memahami kondisi fisik mereka yang masih dalam tahap belajar. Karena itu, sebagian menjalankan puasa setengah hari. Namun yang terpenting adalah mereka belajar menahan diri, belajar sabar, dan memahami arti ibadah puasa itu sendiri,” jelasnya.
Imas menambahkan, semangat para siswa justru menjadi motivasi tersendiri bagi para guru. Ia melihat anak-anak tetap ceria, disiplin, dan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan.
“Kami bangga karena meskipun berpuasa, anak-anak tetap fokus belajar, tetap mengikuti tadarus dan salat duha dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan penghalang untuk berprestasi dan beraktivitas,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pembiasaan yang dilakukan selama Ramadan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir. Sekolah menargetkan nilai-nilai religius yang ditanamkan dapat terus melekat dalam keseharian siswa.
“Ramadan adalah momentum. Kami ingin setelah Ramadan usai, kebiasaan baik seperti berdoa sebelum belajar, membaca Al-Qur’an, dan menjaga sikap tetap dilakukan. Pendidikan agama bukan hanya seremonial, tapi harus menjadi karakter,” tutupnya.(ran)
Sumber:

