TANGERANG — Penanganan emosional siswa tidak bisa sembarang , apalagi siswa SD yang tingkat emosional mereka tinggi. Harus ada cara pendekatan agar bisa menjaga emosional siswa.
Pemahaman emosi adalah tugas sosial yang sangat penting. Ini agar siswa dapat merespon kejadian di sekitarnya dengan emosi yang tepat. Tanpa hal ini, akan sulit bagi siswa untuk menempatkan diri di lingkungan sosial dan memiliki sikap prososial.
Kepala SDN Kronjo II Hesti Amalia mengatakan, siswa SD harus bisa dikontrol emosionalnya. Ini karena di usia siswa SD memiliki emosional yang tinggi. Untuk itu harus dilakukan penanganan agar mereka bisa mengontrol. Siswa mengalami masa kanak-kanak, pra pubertas dan remaja awal selama di bangku Sekolah Dasar. Maka itu, harus dikendalikan dan dikontrol emosinya.
”Di sinilah interaksi sosial siswa berkembang pesat. Mereka punya teman-teman baru, dan mulai menjalin hubungan jangka panjang. Hubungan pertemanannya pun lebih kompleks, dan pastinya diwarnai dengan selisih paham,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (14/8).
Hesti menambahkan, pihaknya mempunyai cara dalam mengontrol emosional siswa, para guru selalu memberikan tugas praktik agar bisa tersalurkan konsentrasi mereka. Cara tersebut sangat ampuh dilakukan karena memang itu menjadi sebuah cara penanganannya. ”Mereka bisa membuat semuanya semaunya sendiri. Agar tidak terjadi seperti itu maka pendekatan dan juga perhatian harus dilakukan kita sebagai tenaga pengajar,” paparnya.
Ia menjelaskan, kadar emosional siswa bisa menurun karena dari rumah mereka juga, tetapi jika emosi siswa menurun akan membahayakan mereka karena akan menggangu aktivitas belajar dan bisa menurunkan semangat belajar mereka.
”Kita sebagai guru harus bisa menjaga kestabilan emosi siswa, maka itu harus bisa stabil agar tetap terkontrol. Selain itu, emosi siswa bisa juga meningkatkan belajar mereka dan bisa di bimbing dengan baik dan benar,”tutupnya.(ran)