Perubahan Hari Jadi Kabupaten Tangerang, Wacanakan Perubahan Logo Daerah
SIMBOL BARU: Logo Pemkab Tangerang tengah mengkaji perubahan logo dan simbol Kabupaten Tangerang disesuaikan tanggal dan hari jadi baru.(Dok. Diskominfo Kab. Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mengkaji perubahan logo dan lambang daerah seiring dengan penetapan hari jadi Kabupaten Tangerang yang kini bergeser dari 27 Desember menjadi 13 Oktober.
Kepala Bagian Tata Kelola Pemerintahan Setda Kabupaten Tangerang, Ahmad Hapid, mengatakan bahwa perubahan hari jadi membawa konsekuensi terhadap simbol-simbol visual daerah yang selama ini melekat pada identitas Kabupaten Tangerang.
“Karena hari jadi Kabupaten Tangerang berubah dari 27 Desember menjadi 13 Oktober, maka lambang daerah juga perlu disesuaikan. Simbol-simbol yang selama ini merepresentasikan tanggal, bulan, dan tahun lama tentu harus dikaji ulang,” ujar Hapid, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, perubahan tersebut masih dalam tahap awal dan belum bersifat final. Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan kajian akademik sebagai dasar pengambilan keputusan, termasuk menentukan apakah perubahan dilakukan secara menyeluruh atau hanya pada bagian tertentu dari lambang daerah
“Belum bisa dipastikan apakah logo akan diubah secara keseluruhan atau sebagian. Itu nanti akan diputuskan melalui naskah akademik,” jelasnya.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Pemkab Tangerang berencana menggelar forum group discussion (FGD) yang melibatkan akademisi, budayawan, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini diharapkan dapat memberikan perspektif historis, filosofis, dan kultural terkait identitas daerah.
Selama ini, lambang Kabupaten Tangerang sarat dengan makna historis. Unsur padi, kapas, dan bambu yang terdapat dalam lambang merepresentasikan tanggal 27, bulan 12, dan tahun 1943 sebagai hari jadi Kabupaten Tangerang sebelumnya. Selain itu, susunan bata, garis sungai, dan ombak laut menggambarkan karakter geografis serta semangat perjuangan masyarakat Tangerang.
”Perubahan ini tidak semata soal visual, tapi menyangkut sejarah, jati diri, dan nilai-nilai yang ingin kita wariskan. Karena itu, kajiannya harus matang dan melibatkan banyak pihak,” tegas Hapid.(sep)
Sumber:

