BJB NOVEMBER 2025

Perubahan Hari Jadi Kabupaten Tangerang, Wacanakan Perubahan Logo Daerah

Perubahan Hari Jadi Kabupaten Tangerang, Wacanakan Perubahan Logo Daerah

SIMBOL BARU: Logo Pemkab Tangerang tengah mengkaji perubahan logo dan simbol Kabupaten Tangerang disesuaikan tanggal dan hari jadi baru.(Dok. Diskominfo Kab. Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Ka­bu­paten Tangerang mulai meng­kaji perubahan logo dan lambang daerah seiring dengan penetapan hari jadi Kabupaten Tangerang yang kini bergeser dari 27 De­sember menjadi 13 Oktober.

Kepala Bagian Tata Kelola Peme­rintahan Setda Kabupaten Tange­rang, Ahmad Hapid, mengatakan bahwa perubahan hari jadi mem­bawa konsekuensi terhadap sim­bol-simbol visual daerah yang selama ini melekat pada identitas Kabupaten Tangerang.

“Karena hari jadi Kabupaten Tangerang berubah dari 27 De­sember menjadi 13 Oktober, maka lambang daerah juga perlu dise­suaikan. Simbol-simbol yang se­lama ini merepresentasikan tanggal, bulan, dan tahun lama tentu harus dikaji ulang,” ujar Hapid, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, perubahan ter­sebut masih dalam tahap awal dan belum bersifat final. Peme­rintah daerah saat ini tengah menyiapkan kajian akademik sebagai dasar pengambilan kepu­tusan, termasuk menentukan apakah perubahan dilakukan secara menyeluruh atau hanya pada bagian tertentu dari lambang daerah

“Belum bisa dipastikan apakah logo akan diubah secara keselu­ruhan atau sebagian. Itu nanti akan diputuskan melalui naskah akademik,” jelasnya.

Sebagai bagian dari proses ter­sebut, Pemkab Tangerang beren­cana menggelar forum group dis­cussion (FGD) yang melibatkan akademisi, budayawan, serta pe­mangku kepentingan lainnya. Forum ini diharapkan dapat mem­berikan perspektif historis, filosofis, dan kultural terkait iden­titas daerah. 

Selama ini, lambang Kabupaten Tangerang sarat dengan makna historis. Unsur padi, kapas, dan bambu yang terdapat dalam lam­bang merepresentasikan tanggal 27, bulan 12, dan tahun 1943 se­bagai hari jadi Kabupaten Ta­ngerang sebelumnya. Selain itu, susunan bata, garis sungai, dan ombak laut menggambarkan ka­rakter geografis serta semangat perjuangan masyarakat Tangerang.

”Perubahan ini tidak semata soal visual, tapi menyangkut se­jarah, jati diri, dan nilai-nilai yang ingin kita wariskan. Karena itu, kajiannya harus matang dan me­libatkan banyak pihak,” tegas Hapid.(sep)

Sumber: