RAJEG - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tangerang membangun wilayah yang lebih asri, terlihat jelas. berbagai anggaran hingga titik desa dikucurkan dengan angka yang tidak kecil. Dengan harapan, Pemerintah Desa beserta seluruh warganya dapat menata wilayahnya jauh lebih baik lagi. Bahkan menjadi wilayah percontohan bagi Kota/Kabupaten lainnya di Provinsi Banten. Salah satunya wilayah Ranca Bango, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang yang tahun ini mendapat kucuran dana hingga Rp 1,3 miliar. Anggaran yang diharapkan dapat menghilangkan pandangan wilayah kumuh menjadi lebih asri dan nyaman bagi warganya. Kepala Desa Eanca Bango, Fahri Suheri mengatakan kini pihaknya sudah memulai kegiatan pembangunan desa baik jalan lingkungan, saluran pembuangan air limbah, turap hingga pemberdayaan masyarkat. Perlahan desa yang terlihat kumuh saat kemarau, becek saat penghukan sudah tak terlihat dilingkungan Ranca Bango. Kini jalan lingkungan rata-rata sudah di paving blok, saluran pembuangan air sudah lancar tanpa sumbatan dan irigasi sawah pun sudah diturap. Sehingga kondisi lingkungan jauh lebih baik untuk seluruh warga. "Saya mewakili Kepada Desa bersyukur atas perhatian dan keseriusan pemerintah membangun Kabupaten Tangerang yang lebih baik lagi. Menyetarakan kesejahteraan, kenyamanan hingga pelayanan kepada seluruh warganya. Disini pun saya merencanakan Ranca Bango menjadi percontohan keterampilan warga bagi wilayah Kabupaten Tangerang lainnya," katanya. Komitmen tersebut benar dibuktikannya dengan melakukan pembinaan kepada warga terkait pertenakan ikan lele dengan menyediakan kolam. menyediakan bibit, obat, pakan ternak lele hingga perlengkapan lainnya. Harapannya, warga dapat jauh lebih produkti, merangkul para pengangguran, serta memberdayakan warga yang memiliki bakat untuk menjadi pengusaha ikan lele yang sukses di Ranca Bango. "Kami pun menyediakan pembina yang mengerti dibidangnya. Mulai dari mengurus kolam hingga memanen, sebelumnya memang sejumlah warga diberikan pendidikan terlebih dahulu. Hingga akhirnya mereka dapat mengaplikasikannya secara serius bahkan mendapat penghasilan tetap dari ternak lele tersebut," katanya. Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Rajeg, Ahmad Yoni menjelaskan transefer dana desa terdiri dari dua sumber anggaran. Baik itu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang langsung masuk ke rekening desa. APBN sendiri dibatasi pada dua peruntukan yaitu pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan peningkatan keterampilan masyarakat. "APBD sendiri dipergunakan pada bidang pemerintahan itu sendiri seperti membiayai penyelenggaraan, gaji serta untuk menggelar kegiatan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Dengan itu dalam setiap kunjungan saya tidak pernah lelah mengingatkan para jajaran untuk menggunakan anggaran sesuai dengan bidang-bidangnya. Jangan mencampur keungan yang akhirnya dapat menjadi sebuah temuan," tegasnya.(mg-2)
Dana Desa Hilangkan Desa Kumuh
Senin 19-06-2017,09:42 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 03-09-2026,08:28 WIB
ShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp100.000 untuk Pengguna
Kamis 03-09-2026,19:55 WIB
Program RTLH Menurun, Pemprov Andalkan Dana Bantuan
Kamis 03-09-2026,20:11 WIB
TPP PPPK Naik 15 Persen, Kinerja ASN Digenjot
Kamis 03-09-2026,20:08 WIB
Pemkot Bakal Gelar Uji Emisi Kendaraan, Upaya Pengendalian Pencemaran Udara di Kota Tangerang
Kamis 03-09-2026,15:30 WIB
ARYADUTA Country Club Hadirkan Tennis Coaching Clinic Bersama Coach Wibowo Hadishubroto
Terkini
Kamis 03-09-2026,22:10 WIB
Pohon Kedondong Tumbang Tewaskan 1 Anak, Pemkab Gerak Cepat
Kamis 03-09-2026,22:09 WIB
UPT Pajak Daerah Wilayah 3 Rajeg Sisir Umbul-Umbul Penunggak Pajak
Kamis 03-09-2026,22:06 WIB
Gunakan Fasos Fasum, Puluhan Lapak di Kutabaru Terancam Dibongkar
Kamis 03-09-2026,21:26 WIB
Dunia Sepak Bola Berduka, Coach Iwan Setiawan Tutup Usia
Kamis 03-09-2026,21:23 WIB