Paroli Polisi Ditingkatkan, 9.242 Personel PMJ Siaga
KONFERENSI PERS: Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (dua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai apel kesiapan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya.(Humas Polres Tangsel For Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Aksi demonstrasi berbagai aliansi mahasiswa di Jakarta, membuat polisi mengencangkan ikat pinggang. Salah satunya, patrol kepolisian yang ditingkatkan. Selain itu, Polda Metro Jaya (PMJ) juga menyiagakan 9.242 personel.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan aktivitas warga lainnya saat menggelar kegiatan penyampaian pendapat maupun kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta, Selasa (18/8).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari jumlah tersebut, 31 merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 16 kegiatan masyarakat.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lainnya.
”Di sekitar lokasi kegiatan masih banyak masyarakat yang menjalankan aktivitas rutin. Karena itu, kami berharap penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dengan memperhatikan hak masyarakat lainnya,” ujarnya, Selasa (18/8).
Budi mrnambahkan, untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib, Polda Metro Jaya menyiagakan 9.242 personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel BKO Mabes Polri.
”Puluhan kegiatan ini tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Sebelum bertugas, personel mengikuti apel kesiapan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya sekitar pukul 08.00 WIB,” tambahnya.
Budi menuturkan, kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional. Rekayasa lalu lintas dapat diterapkan apabila terjadi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
”Kami berharap seluruh kegiatan penyampaian pendapat dan kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan tetap memperhatikan aktivitas serta hak masyarakat lainnya,” jelasnya.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Monas dan kawasan sekitarnya juga diminta memperhatikan informasi terkini serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sementara itu, personel Polda Metro Jaya turut mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai bentuk solidaritas dan duka cita terhadap masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
”Pita hitam yang kami kenakan merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT,” tutupnya.
Sementara itu, Polsek Pamulang melaksanakan kegiatan Patroli Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka penjagaan dan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) di wilayah hukum Polsek Pamulang, Selasa (18/8) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.20 WIB tersebut dilaksanakan oleh Brigadir Fajar dari Unit Samapta Polsek Pamulang dengan mengambil lokasi di Pertigaan Memora, Jalan Haji Taip Kencana, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang.
Sumber:
