Angka Pengangguran Kabupaten Tangerang Turun
TURUN: Jumlah pelamar kerja di Kabupaten Tangerang dapat terserap di berbagai program lapangan kerja yang dibuat Pemkab Tangerang.(Dok. Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Angka pengangguran di Kabupaten Tangerang menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang, tingkat pengangguran tercatat sebesar 5,94 persen, turun dari 6,06 persen pada 2024.
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Tangerang, Masayu Norma Yunita Sari, mengatakan penurunan tersebut mencapai sekitar 0,12 poin persentase.
“Pengangguran kita di 5,94 persen. 2024 itu 6,06 persen,” ujar Masayu, Senin 10 Agustus 2026.
Dengan angka tersebut, jumlah penduduk yang bekerja di Kabupaten Tangerang tercatat mencapai sekitar 1.626.247 orang. Sementara jumlah penduduk yang masuk kategori pengangguran mencapai 102.715 orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa meski tingkat pengangguran mengalami penurunan, jumlah warga yang belum terserap dalam lapangan pekerjaan masih cukup besar.
Masayu mengatakan, BPS mencatat angka tersebut melalui proses pendataan berbasis survei. Karena menggunakan sampel, data yang dihasilkan BPS berfungsi sebagai estimasi pada level wilayah tertentu, bukan daftar individu yang dapat langsung menunjukkan siapa saja warga yang menganggur.
Hal serupa juga berlaku dalam penyajian data kemiskinan. Menurut Masayu, BPS tidak menyediakan data kemiskinan dalam bentuk by name by address (berdasarkan nama dan alamat).
“Karena kita nggak punya by name by address-nya, itu hanya estimasi berdasarkan sampel kita,” jelasnya.
Ia menerangkan, proses pengolahan data dilakukan secara berjenjang. Di tingkat kabupaten, BPS melakukan proses pendataan dan entri, sementara penghitungan sejumlah indikator dilakukan di tingkat pusat.
Metode survei tersebut, kata dia, membuat data BPS tidak dapat digunakan untuk langsung menunjuk kecamatan tertentu sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin atau pengangguran paling tinggi.
“Survei itu nggak semua penduduk didata, tapi cuma sedikit, sampel saja yang didata untuk mengestimasi level kabupaten,” katanya.(dan)
Sumber:

