Dewan Minta Perumda TKR Cari Sumber Air Baru
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani.--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Krisis air bersih yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang saat kemarau ekstrem mulai menjadi alarm serius. Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, ketersediaan sumber air baku justru semakin terbatas.
Kondisi tersebut dinilai tidak bisa terus diatasi dengan pola penanganan darurat setiap musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) didorong segera menyiapkan sumber air baku alternatif untuk mengantisipasi krisis yang berulang.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, mengatakan persoalan air bersih harus dilihat sebagai masalah jangka panjang. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, ketergantungan terhadap satu sumber air baku menjadi salah satu persoalan yang harus segera dicarikan solusi.
“Sumber air yang digunakan kan sudah makin menipis. Apalagi Sungai Cisadane itu digunakan oleh beberapa kota. Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang sumber airnya mengambil dari Sungai Cisadane,” ujar Deden kepada Tangerang Ekspres, Senin (10/8).
Menurut Deden, kondisi tersebut membuat Sungai Cisadane harus menopang kebutuhan air masyarakat di tiga wilayah sekaligus. Ketika debit air menurun akibat kemarau panjang, tekanan terhadap ketersediaan air baku pun semakin besar.
“Pada akhirnya satu sumber air direbutkan oleh tiga daerah,” tegasnya.
Karena itu, Deden menilai Pemkab Tangerang tidak boleh terus mengandalkan Sungai Cisadane sebagai sumber utama. Pemerintah perlu mulai memetakan dan membangun sumber air baku baru yang dapat menjadi cadangan ketika debit sungai menurun.
Salah satu opsi yang menurutnya layak dipertimbangkan adalah pembangunan waduk atau tampungan air baru. Infrastruktur tersebut nantinya dapat menjadi sumber air baku alternatif yang dikelola dan disalurkan Perumdam TKR kepada masyarakat.
“Perlu ada antisipasi khusus terkait masalah ini, misalnya membangun waduk baru untuk sumber air baru yang bisa disalurkan oleh PDAM kepada masyarakat,” tuturnya.
Deden menegaskan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh bergantung sepenuhnya pada kondisi musim. Karena itu, krisis air yang terjadi saat ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dan Perumdam TKR.
Menurutnya, membangun sumber air alternatif bukan hanya solusi menghadapi kemarau saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjamin keberlangsungan pelayanan air bersih.
“Dengan adanya sumber air alternatif, ketergantungan terhadap Sungai Cisadane bisa dikurangi. Langkah itu sekaligus menjadi investasi jangka panjang agar pelayanan air bersih ke masyarakat tidak terganggu setiap terjadi kemarau,” pungkasnya. (dan)
Sumber:

