Petugas Sensus BPS Kabupaten Tangerang Hadapi Penolakan di Lapangan
TANTANGAN: Petugas Sensus Ekonomi BPS mendatangi kediaman warga untuk melakukan pendataan.-Dok. Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang terus melakukan pendataan melalui sensus yang menyasar seluruh penduduk serta pelaku usaha di wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Tangerang, Masayu Norma Yunita Sari, mengatakan, di tengah pelaksanaan sensus, BPS menghadapi tantangan berupa penolakan dari sebagian masyarakat, meskipun pendekatan persuasif terus dilakukan petugas.
Menurut dia, kondisi tersebut terkadang bukan semata-mata karena masyarakat tidak memahami tujuan sensus, tetapi juga dipengaruhi sikap sebagian warga terhadap pemerintah.
“Lebih ke mungkin karena ada beberapa yang kurang simpatik, jadi kenanya ke petugas sensus,” katanya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Jika menemui warga yang menolak didata, petugas tidak langsung menyerah. Sesuai prosedur, petugas akan melakukan kunjungan kembali dan memberikan penjelasan secara persuasif.
Apabila diperlukan, pengawas lapangan akan ikut mendatangi responden untuk membantu memberikan pemahaman. Bahkan, petugas organik BPS juga dapat turun langsung apabila penolakan masih terjadi.
Namun, karena kegiatan tersebut merupakan sensus, sampel responden tidak dapat begitu saja diganti.
“Bukan, enggak bisa ganti sampel. Kan kita sensus, Pak! Semuanya didata,” jelas Masayu.
Jika pada akhirnya tetap menolak, warga dapat menyatakan ketidaksediaannya untuk didata sesuai prosedur yang berlaku.
Masayu mengingatkan, masyarakat yang belum didatangi petugas agar tidak khawatir dan menunggu kedatangan petugas BPS di wilayah masing-masing.
“Jadi nantikan saja kedatangan petugas kami kalau Bapak/Ibu belum didata,” ujarnya.
Diketahui, sensus ekonomi dilakukan untuk menyediakan gambaran mengenai kondisi ekonomi sekaligus sosial masyarakat di Kabupaten Tangerang.
“Lebih ke untuk menyediakan data kondisi ekonomi di Kabupaten Tangerang. Jadi struktur ekonominya bagaimana,” ujar Masayu.
Pendataan tersebut kata dia, tidak hanya mencakup keberadaan usaha, tetapi juga berbagai informasi terkait aktivitas ekonomi, seperti jumlah tenaga kerja, biaya produksi, hingga karakteristik usaha.
Sumber:

