BJB

Mahasiswa Beri Catatan HUT ke-19 Kota Serang

Mahasiswa Beri Catatan HUT ke-19 Kota Serang

Sarasehan Pemkot Serang bersama organisasi Cipayung Plus di Teater Koffie, Kota Serang, Senin (10/8). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Momentum pe­ringatan HUT ke-19 Kota Serang dimanfaatkan organisasi ma­hasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus untuk me­nyam­paikan sejumlah catatan kepada Pemerintah Kota Serang.

Catatan tersebut disampaikan dalam sarasehan Pemkot Serang bersama organisasi Cipayung Plus di Teater Koffie, Senin (10/8). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa untuk mem­bahas berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan ru­mah di Kota Serang.

Sejumlah isu mengemuka dalam sarasehan tersebut. Mu­lai dari pemerataan pem­ba­ngunan infrastruktur, kondisi jalan, pendidikan, pelayanan kesehatan, penggunaan APBD hingga identitas Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

Ketua Umum HMI Cabang Serang Eman Sulaeman mem­pertanyakan komitmen peme­rin­tah dalam memastikan pem­ba­ngunan tidak hanya terkon­sentrasi di kawasan perkotaan.

Menurutnya, pemerataan pembangunan perlu menjadi perhatian karena masih ter­dapat sejumlah wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan.

“Bagaimana komitmen Peme­rintah Kota Serang untuk me­mastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga merata hingga wilayah Taktakan, Wa­lantaka dan daerah pelosok lainnya?” kata Eman.

Ia juga menyoroti sejumlah ruas jalan yang masih me­ngalami kerusakan, termasuk akses menuju Sayar dan be­berapa ruas jalan di Wa­lantaka.

HMI meminta pemerintah me­miliki langkah konkret dalam memperbaiki jalan se­ka­ligus memastikan pe­me­rataan pembangunan menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan 2027.

Selain infrastruktur, Eman mempertanyakan pengawasan terhadap lembaga pendidikan nonformal. Menurutnya, pro­gram dan anggaran yang di­berikan pemerintah harus benar-benar dirasakan masya­rakat dan tidak berhenti pada pelaksanaan administratif.

Persoalan pelayanan kese­hatan juga menjadi perhatian. HMI mendorong adanya pe­ningkatan kualitas pelayanan di RSUD Kota Serang, terutama dari sisi kecepatan dan ke­ramahan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan keterbatasan APBD Kota Serang, bagaimana pe­me­rintah memastikan ang­garan yang tersedia lebih banyak berdampak langsung terhadap kebutuhan ma­sya­rakat, terutama sektor in­frastruktur, pendidikan dan kesehatan?” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Se­rang Ahmad Zainudin menyo­roti persoalan identitas Kota Serang. Sebagai ibu kota Pro­vinsi Banten, menurutnya, Kota Serang perlu memiliki konsep pembangunan yang jelas mengenai karakter dan identitas kotanya.

Ia mempertanyakan apakah Kota Serang akan diarahkan sebagai kota pendidikan, kota kreatif, kota sejarah, kota religi atau memiliki konsep lain yang menjadi ciri khas daerah.

IMM juga menyoroti konsep Serang Madani agar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi memiliki implementasi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Sumber: