BJB

4 Bulan Krisis Air, Warga Kosambi Desak Bupati Copot Dirut Perumdam TKR

4 Bulan Krisis Air, Warga Kosambi Desak Bupati Copot Dirut Perumdam TKR

Hampir 4 bulan krisis air bersih, warga Kosambi Barat, Kabupaten Tangerang, mendesak Bupati Maesyal Rasyid memecat Dirut PDAM Tirta Kerta Rahaja. (Tangkapan layar video kiriman warga)--

TANGERANGEKSPRES.ID, KOSAMBI — Hampir empat bulan warga Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menghadapi krisis air bersih. Kondisi tersebut memicu keresahan hingga warga mendesak Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengambil tindakan tegas terhadap jajaran manajemen Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR).

Desakan pencopotan Direktur Utama (Dirut) Perumdam TKR disampaikan warga melalui pernyataan sikap terbuka tertanggal 5 Agustus 2026. Mereka menilai persoalan pasokan air bersih yang berlangsung berbulan-bulan belum mendapat solusi konkret.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, sejumlah warga yang mengaku sebagai pelanggan Perumdam TKR menyampaikan keluhan sekaligus tuntutannya.

“Kami warga Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, menyampaikan sebagai nasabah PDAM Perumdam Tirta Kerta Raharja. Saat ini air bersih di wilayah kami tidak pernah ada solusi serta tidak ada penanganan dari petugas,” ujar perwakilan warga dalam video tersebut, dikutip Minggu (9/8).

Warga mengaku telah menunggu penyelesaian selama berbulan-bulan. Namun, hingga kini pasokan air bersih belum juga kembali normal.

“Sudah hampir empat bulan tidak ada air bersih. Oleh karena itu, kami berharap dan menuntut agar Bapak Bupati memecat Dirut Utama PDAM Perumdam Tirta Kerta Raharja,” tegasnya.

Krisis air tersebut tidak hanya menjadi persoalan pelayanan, tetapi mulai memicu kepanikan warga. Sejumlah warga bahkan melakukan penggalangan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Ketua RT 01/RW 03 Kelurahan Kosambi Barat, Jojon, membenarkan adanya keluhan warga terkait terhentinya pasokan air. Ia mengatakan, setelah video pernyataan warga beredar, pihak kelurahan dan kecamatan langsung bergerak menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Setelah video itu beredar, langsung ada tembusan dari Bu Lurah sama Pak Camat. Bu Lurah dan Pak Camat siap follow up masalah tersebut,” kata Jojon saat dikonfirmasi, Minggu (9/8).

Menurut Jojon, pihak kelurahan meminta warga bersabar sembari menunggu koordinasi dengan Perumdam TKR.

“Saya sudah WA Bu Lurah Kosambi Barat. Beliau mengarahkan, Pak RT sabar dulu ya, kami dan Pak Camat sedang follow up masalah PDAM. Tunggu kabarnya sampai hari Senin,” ungkapnya.

Jojon mengatakan sebagian warga di wilayahnya telah menjadi pelanggan Perumdam TKR selama lima hingga enam tahun. Karena itu, keresahan warga dinilai wajar ketika pasokan air bersih tak kunjung normal.

Ia berharap pemerintah daerah dan manajemen Perumdam TKR segera memberikan solusi nyata, bukan sekadar meminta warga menunggu.

Lurah Kosambi Barat Aal Laela Nur Aliyah membenarkan adanya persoalan pasokan air Perumdam TKR yang berdampak terhadap warga.

Aal mengatakan, pihak kelurahan bersama Camat Kosambi telah menemui warga terdampak sejak Kamis malam untuk menampung keluhan sekaligus melakukan pendataan.

Dari pendataan awal, terdapat sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis air bersih.

“Terinfo di malam Jumat sekitar 30-an (warga/KK). Sudah bertemu warga dengan Pak Camat di malam Jumat kemarin, sedang diupayakan dan terus di-follow up oleh Pak Camat,” kata Aal, Minggu (9/8) malam.

Pemkab Tangerang melalui jajaran kecamatan dan kelurahan kini menunggu perkembangan penanganan dari Perumdam TKR.

Namun, jika hingga awal pekan tidak ada perkembangan berarti, Aal memastikan pihaknya akan mengambil langkah lebih lanjut dengan mendatangi kantor pusat Perumdam TKR di Cikokol, Kota Tangerang.

“Rencana besok (Senin) kalau tidak ada progres, saya rencana mau ke Cikokol pusatnya,” tegasnya.

Di tengah desakan warga dan perhatian pemerintah wilayah, manajemen Perumdam TKR belum memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan pasokan air maupun langkah konkret yang akan dilakukan.

Humas Perumdam TKR Hafizh saat dikonfirmasi Tangerang Ekspres hanya menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyiapkan pernyataan resmi.

“Nanti dalam bentuk rilis ya, sedang disiapkan,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Perumdam TKR terkait persoalan krisis air yang dikeluhkan warga Kosambi Barat. (zky/sep)

Sumber: