Kader Posyandu Didorong Fokus Edukasi
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Allin Hendalin Mahdaniar foto bersama dengan kader posyandu Kecamatan Pondok Aren.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, PONDOK AREN — Pemkot Tangsel terus memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Upaya tersebut dilakukan agar kader tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan sekaligus mendorong angka harapan hidup warga.
"Target kita adalah meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga harapan hidup masyarakat bisa mencapai sekitar 76 tahun. Artinya pola makan harus baik, kesehatan ibu hamil harus dijaga, lingkungan harus bersih, dan semua aspek kesehatan harus diperhatikan," ujarnya saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Bidang Kesehatan di Aula Kecamatan Pondok Aren, Rabu (15/7).
Benyamin menambahkan, negara memiliki tanggung jawab menghadirkan pelayanan kesehatan melalui tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang menjadi garda terdepan di tengah masyarakat. Mereka harus mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga keluarga.
Ia menilai kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki kader agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Ketika bertemu remaja atau calon pengantin, tenaga kesehatan harus mampu memberikan penyuluhan yang benar tentang kehamilan, kesehatan reproduksi hingga perencanaan keluarga. Jangan sampai masyarakat justru takut atau salah paham karena cara penyampaiannya kurang tepat," tambahnya.
Selain itu, kader juga diharapkan mampu memberikan informasi yang benar mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan berdasarkan pemahaman yang tepat.
"Karena itu kemampuan komunikasi terus kita tingkatkan melalui pelatihan. Tantangan di masyarakat terus berkembang sehingga tenaga kesehatan harus mampu menyampaikan edukasi yang mudah dipahami, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Benyamin menambahkan, peran Posyandu kini juga semakin luas. Jika sebelumnya hanya berfokus pada penimbangan dan pemeriksaan kesehatan bayi serta balita, kini Posyandu memberikan pelayanan kesehatan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga lansia.
"Pelayanan kesehatan sekarang bukan hanya di puskesmas atau rumah sakit, tetapi juga di Posyandu. Karena yang harus sehat bukan hanya fisiknya, tetapi juga pengetahuan masyarakat tentang kesehatan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, transformasi Posyandu juga diikuti dengan perluasan fungsi sebagai pelaksana enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Menurutnya, Posyandu kini menjadi lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan yang berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam berbagai layanan dasar.
"Kalau ada persoalan sosial, pendidikan, lingkungan maupun keamanan di masyarakat, kader Posyandu dapat menyampaikan kepada kelurahan untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
Allin menambahkan, kader Posyandu juga memiliki peran penting saat melakukan kunjungan rumah. Dari kegiatan tersebut, kader dapat mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan sosial, memantau kondisi kesehatan masyarakat, hingga menemukan kasus penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) agar segera ditangani.
Sumber:

