BJB

Tinjau Dampak Pencemaran Sungai Ciujung ke Pertanian

Tinjau Dampak Pencemaran Sungai Ciujung ke Pertanian

Plt Kepala Distan Pro­vin­si Banten, Nasir sa­at diwawancarai awak media di gedung Negara, Kota Serang, Senin (22/6). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Per­tanian (Distan) Provinsi Banten akan mencoba menelusuri dugaan dam­­pak pencemaran Su­ngai Ciujung yang menghitam terhadap la­han pertanian warga di Kabupaten Serang.

Plt Kepala Distan Provinsi Banten, Nasir mengaku belum mengetahui terkait dengan adanya pencemaran sungai Ciujung yang merugikan bagi petani. Bahkan katanya belum ada laporan informasi jajaran penyuluh pertanian maupun Dinas Pertanian Kabupaten Serang.

"Memang saya belum dapat laporan. Yang saya tahu wila­yah situ sedang direhab Pa­marayan dengan Ciujung, sehingga beberapa wilayah terdampak airnya," katanya saya ditemui di Gedung Nega­ra, Kota Serang, Senin (22/6).

Menurutnya, saat ini ia hanya mengetahui persoalan gang­guan pasokan air yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini lebih berkaitan dengan proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang sedang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3).

"Tapi kita sudah koordinasi jangan sampai petani juga tertahan, lambat tanam segala macam, karena target luas tambah tanam (LTT) tiap hari harus kita laporkan," ujarnya.

Meski begitu, Nasir mengaku bahwa pihaknya akan menin­jau langsung kondisi pertanian di Kabupaten Serang pasca tercemar sungai Ciujung.

"Nanti kita coba cek. In­syaallah nanti kita cek," ung­kapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni tidak berkomentar banyak, ia mengaku akan memanggil instansi terkait dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terkait pencemaran sungai Ciujung tersebut. 

"Nanti, saya mau panggil dulu kadisnya," katanya.

Diketahui, hamparan persawahan di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang sempat terdampak air Sungai Ciujung yang tercemar. Air tersebut mengalir ke saluran irigasi tampak menghitam dan berbusa. (mam)

Sumber: