BJB

SDN Pamarican 2 Dibangun Ulang

SDN Pamarican 2 Dibangun Ulang

Kondisi sekolah SDN Pamarican 2 saat terendam banjir, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan membangun ulang SDN Pamarican 2 di Ke­ca­matan Kasemen. Proyek se­nilai sekitar Rp2 miliar itu di­tujukan untuk mengatasi per­s­oalan banjir yang selama ini kerap meng­ganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Saat ini, pembangunan masih menunggu proses lelang yang sedang berlangsung. DPUPR me­nargetkan penandatanganan kontrak pekerjaan dapat dilaku­kan pada akhir Juni 2026 se­hing­ga pelaksanaan konstruksi bisa segera dimulai.

Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, pembangunan dilakukan bukan sekadar rehabilitasi, melainkan pembongkaran total bangunan lama yang kemudian diganti dengan gedung baru.

Menurutnya, kondisi SDN Pamarican 2 sudah memerlukan penanganan menyeluruh karena posisi bangunan berada lebih rendah dibanding badan jalan di sekitarnya. Akibatnya, saat curah hujan tinggi dan debit air meningkat, air mudah masuk ke lingkungan sekolah.

“Bangunan sekolah posisinya berada di bawah badan jalan. Ketika debit air tinggi, air masuk ke area sekolah. Kondisi saluran pembuangannya juga kurang optimal sehingga perlu penanganan yang lebih serius,” ujar Iwan, saat diskusi dengan Pokja wartawan Kota Serang, Jumat (19/5).

Ia menjelaskan, konsep pembangunan yang disiapkan adalah membangun gedung baru dengan elevasi yang lebih tinggi agar tidak lagi terdampak genangan maupun banjir saat musim hujan.

“Bangunan lama akan dibongkar dan dibangun kembali dengan kondisi yang lebih baik,” katanya.

Iwan mengungkapkan, di kawasan Pamarican terdapat dua sekolah dasar yang membutuhkan penanganan, yakni SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat Pemkot Serang harus menentukan skala prioritas.

Karena kondisi SDN Pamarican 2 dinilai lebih mendesak, pembangunan tahun ini difokuskan pada sekolah tersebut terlebih dahulu. Sementara kebutuhan penanganan SDN Pamarican 1 akan diusulkan pada tahun anggaran berikutnya.

“Keinginan kami sebenarnya kedua sekolah bisa ditangani sekaligus. Namun karena keterbatasan fiskal daerah, tahun ini diprioritaskan SDN Pamarican 2 terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk menjaga proses pendidikan tetap berjalan selama pembangunan berlangsung, DPUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang guna menyiapkan skema pembelajaran sementara bagi para siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri memastikan proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama pembangunan berlangsung. Untuk sementara, siswa SDN Pamarican 2 akan digabungkan dengan SDN Pamarican 1.

Menurut Ahmad, skema tersebut dipilih agar para siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus menghentikan aktivitas sekolah selama proses pembangunan gedung baru.

“Selama pembangunan berlangsung, siswa SDN Pamarican 2 akan digabungkan terlebih dahulu dengan SDN Pamarican 1. Teknis pembelajarannya nanti akan kami atur agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sumber: