BJB
hut bjb

Kasus Campak Turun Signifikan, Januari – Juni Ini, Ada 1.554 Kasus

Kasus Campak Turun Signifikan, Januari – Juni Ini, Ada 1.554 Kasus

Petugas Dinkes Kabupaten Serang melakukan pelayanan imunisasi campak rubella ke anak balita di Kecamatan Kramatwatu, beberapa hari lalu.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang me­ng­ungkapkan kasus campak di Kabupaten Serang mulai me­ngalami tren penurunan yang cukup siginifikan.

Penurunan kasus tersebut di­karenakan adanya beberapa inter­vensi yang dilakukan, salah satunya  memasifkan pelayanan imunisasi lengkap kepada anak untuk me­ningkatkan daya tahan tubuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Serang, dr. Istianah Hariyanti mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh sejak Januari hingga sekarang, ada 1.554 kasus suspek campak, dengan gejala demam, ruam ke­merahan disertai batuk pilek.

Dari jumlah tersebut dirincikan ada 399 positif campak dan dua rubella. Penemuannya di Januari ada 172 kasus, Februari 198 kasus, Maret 428 kasus, April 465 kasus dan Mei 291 kasus.

"Semuanya sudah tertangani, dan kini palingan temuannya hanya satu kasus saja, ada penu­runan yang cukup siginifikan," katanya saat diwawancarai warta­wan di depan gedung Setda Kabu­paten Serang, beberapa hari lalu.

Istianah mengatakan, ada be­berapa faktor yang menjadi pe­nyebab kasus tersebut menurun. Yakni, meningkatkan imunitas masyarakat, dan sudah melakukan intervensi terhadap peningkatan suspek campak di Kabupaten Serang.

Intervensinya ketika ada positif campak mulai dari melalui Out­break Response Immunization (ORI), atau imunisasi sebagai respons terhadap adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah cam­pak di enam kecamatan.

"Kita berikan vaksin campak rubella atau MR untuk balita usia 9 sampai 59 bulan, tanpa meman­dang status imunisasi di enam kecamatan yang kasusnya tinggi dan secara epidemiologis ada hubungannya. Kemudian di 26 puskesmas lainnya kita lakukan catch up campak, yang belum lengkap status imunisasi campak rubellanya, kita lengkapi status imunisasinya," ujarnya.

Dikatakan Istianah, pihaknya terus memasifkan pelayanan imu­nisasi lengkap yang rutin masih berjalan, ketika bertemu anak usia tiga sampai empat tahun yang imunisasinya belum lengkap maka akan dilengkapi. 

Pihaknya terus mencari agar semua bisa lengkap, dengan begitu diharapkan kedepan status imu­nisasi Kabupaten Serang yang sudah bagus bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"Supaya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ter­masuk campak ini sudah tidak ada lagi di Kabupaten Serang. Karena imunisasi ini perlindungan spesifik, jangan lupa juga keber­sihan lingkungan sangat penting, dengan lingkungan yang padat, yang sirkulasi udara enggak bagus, berarti kan penularannya akan lebih cepat terjadi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal me­nambahkan, penyebab terja­dinya campak yaitu virus dan dapat menular melalui air liur ketika mengobrol maupun air mata.

Perlu daya tahan tubuh yang kuat untuk dapat mengantisi­pasinya, lalu istirahat yang cukup, aktivitas fisik, pengelolaan stres termasuk menentukan penularan campak. (agm)

Sumber: