Dinilai Membahayakan, Budi Tutup Jalan Rusak di Alun-alun
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat menutup akses jalan rusak di Alun alun Kota Serang, Jumat (17/4). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memutuskan menutup sementara akses jalan rusak di kawasan Alun-alun Kota Serang karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Kebijakan tersebut diambil setelah Budi meninjau langsung kondisi lapangan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi. Peninjauan dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang menilai kerusakan jalan di kawasan tersebut semakin parah.
Budi menegaskan, penanganan tidak akan dilakukan secara tambal sulam. Pemerintah kota memilih menunggu pelaksanaan revitalisasi menyeluruh agar tidak terjadi pemborosan anggaran.
“Alun-alun ini akan dibangun secara menyeluruh. Kita tidak bisa melakukan perbaikan sebagian karena berpotensi menimbulkan anggaran ganda,” ujarnya, usai meninjau jalan rusak di Alun-alun Kota Serang, Jumat (17/4).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Di sisi lain, Budi mengapresiasi berbagai masukan dan kritik yang disampaikan warga sebagai bahan evaluasi pemerintah.
Menurut dia, saat ini proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang tengah memasuki tahap lelang. Sambil menunggu proses tersebut rampung, akses jalan yang mengalami kerusakan ditutup demi menghindari risiko kecelakaan.
“Untuk sementara jalan yang rusak kami tutup karena dikhawatirkan membahayakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi menjelaskan bahwa revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup perbaikan jalan, pedestrian, hingga penataan kawasan.
“Revitalisasi ini tidak parsial, tetapi total. Penutupan jalan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi karena kondisi saat ini sudah membahayakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep penataan ke depan akan mengedepankan kekuatan material serta nilai estetika. Kawasan Alun-alun Barat dan Timur juga akan diintegrasikan dan tidak lagi dilintasi kendaraan bermotor.
“Ke depan kawasan ini akan lebih ramah bagi pejalan kaki. Pedestrian yang rusak akibat akar pohon maupun faktor lainnya akan diperbaiki secara menyeluruh,” jelasnya.
Iwan menyebutkan, saat ini proses masih dalam tahap evaluasi oleh inspektorat. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada Mei.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar pembangunan ini dapat berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (ald)
Sumber:
