BJB FEBRUARI 2026

Dinilai Membahayakan, Budi Tutup Jalan Rusak di Alun-alun

Dinilai Membahayakan, Budi Tutup Jalan Rusak di Alun-alun

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat menutup akses jalan rusak di Alun alun Kota Serang, Jumat (17/4). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memutuskan menutup sementara akses jalan rusak di kawasan Alun-alun Kota Serang karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Kebijakan tersebut diambil setelah Budi meninjau lang­sung kondisi lapangan bersama Kepala Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi. Peninjauan dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang menilai kerusakan jalan di kawasan tersebut semakin parah.

Budi menegaskan, pena­nganan tidak akan dilakukan secara tambal sulam. Pe­merintah kota memilih me­nunggu pelaksanaan revi­talisasi menyeluruh agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

“Alun-alun ini akan dibangun secara menyeluruh. Kita tidak bisa melakukan perbaikan sebagian karena berpotensi me­nimbulkan anggaran gan­da,” ujarnya, usai meninjau jalan rusak di Alun-alun Kota Serang, Jumat (17/4).

Ia juga menyampaikan per­mohonan maaf kepada ma­syarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Di sisi lain, Budi mengapresiasi berbagai masukan dan kritik yang disampaikan warga sebagai bahan evaluasi pemerintah.

Menurut dia, saat ini proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang tengah memasuki tahap lelang. Sambil me­nunggu proses tersebut ram­pung, akses jalan yang meng­alami kerusakan ditutup demi menghindari risiko kece­lakaan.

“Untuk sementara jalan yang rusak kami tutup karena dikhawatirkan membahayakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi menjelaskan bahwa revitalisasi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup perbaikan jalan, pedestrian, hingga penataan kawasan.

“Revitalisasi ini tidak parsial, tetapi total. Penutupan jalan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi karena kondisi saat ini sudah membahayakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep penataan ke depan akan mengedepankan kekuatan material serta nilai estetika. Kawasan Alun-alun Barat dan Timur juga akan diintegrasikan dan tidak lagi dilintasi kendaraan bermotor.

“Ke depan kawasan ini akan lebih ramah bagi pejalan kaki. Pedestrian yang rusak akibat akar pohon maupun faktor lainnya akan diperbaiki secara menyeluruh,” jelasnya.

Iwan menyebutkan, saat ini proses masih dalam tahap evaluasi oleh inspektorat. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pekerjaan fisik ditar­getkan mulai pada Mei.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar pemb­angunan ini dapat berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (ald)

Sumber: