Pusat Dorong Percepatan PSEL, Siap Tampung 4.000 Ton Sampah Per Hari
Gubernur Banten, Andra Soni menandatangani kerjasama percepatan pengolahan sampah jadi energi listrik di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (27/3).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Pusat mendorong percepatan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang difokuskan pada dua wilayah aglomerasi, yaitu Tangerang Raya dan Serang Raya. Kedua PSEL tersebut diyakini dapat menampung sampah dengan kapasitas mencapai 4.000 ton per hari.
Percepatan tersebut ditindaklanjuti melalui penandatanganan Kerjasama antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Pemprov Banten, dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Banten.
Penandatangan dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni, dan bersama Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Serang, dan dihadiri langsung oleh Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (27/3).
Hanif mengatakan, kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah besar mendukung kebijakan nasional dalam penanganan sampah. Ia mengungkapkan, potensi sampah yang akan diolah dari dua kawasan Provinsi Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari.
“Bapak Gubernur Andra Soni bersama bupati/wali kota di Serang Raya dan Tangerang Raya telah menyepakati dukungan terhadap kebijakan presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik,” katanya.
Ia menjelaskan, proyek pemanfaatan sampah ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah di Banten. Meski begitu pembangunan fasilitas pengolahan tersebut membutuhkan waktu yang diperkirakan sekitar 2,5 hingga 3 tahun.
“Sejak dimulainya peletakan batu pertama sampai operasionalnya biasanya memakan waktu 2,5 tahun sampai 3 tahun. Untuk itu masih ada waktu tiga tahun yang harus kita persiapkan dalam penanganan sampah,” ujarnya.
Karena proses yang tidak sebentar, maka Hanif meminta langkah awal dalam penguatan sistem pemilahan sampah di daerah. Sebab menurutnya, tanpa pemilahan yang baik maka biaya pengolahan dinilai akan meningkat dan berpotensi membebani anggaran daerah.
“Seapapun teknologi yang kita gunakan, fondasi dasar adalah sampah itu terpilah. Tanpa sampah terpilah, maka biayanya akan cukup besar,” tegasnya.
Ia mengaku, saat ini proyek PSEL masih dalam tahap penyusunan desain teknis dan verifikasi kesiapan proyek. Selanjutnya bila telah ditetapkan melalui keputusan menteri, proses selanjutnya akan masuk ke tahap pelelangan yang dilakukan secara nasional.
“Maka nanti akan dilanjutkan dengan proses pelelangan. Ini memang membutuhkan waktu karena skalanya besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan bahwa PSEL tersebut direncanakan akan dibangun di dua daerah. Yakni di Jatiwaringin untuk wilayah Tangerang Raya dan di Cilowong untuk Serang Raya.
“Alhamdulillah hari ini tahapan-tahapan untuk mengarah ke realisasinya program nasional pembangkit listrik tenaga sampah sudah berjalan. Dua wilayah aglomerasi di Banten telah menyepakati komitmen bersama untuk realisasi program ini,” katanya.
Ia mengaku, program PSEL bukan hanya solusi penanganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sumber:

