Pergerakan Pemudik di Kota Tangerang Diprediksi Capai 1,9 Juta Orang
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Tangerang melalui Dinas perhubungan mulai mematangkan persiapan menjelang musim mudik Lebaran 2026. Berdasarkan hasil survei terbaru, diperkirakan sebanyak 1,92 juta masyarakat akan melakukan pergerakan di wilayah Kota Tangerang selama masa mudik tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely mengungkapkan, pihaknya telah menyusun timeline kerja selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Selama periode tersebut, Dishub akan mendirikan sejumlah posko mudik lebaran yang tersebar di titik-titik strategis.
”Kami mengerahkan 200 personel yang akan disebar di berbagai titik hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan. Selain itu, satu regu khusus juga disiagakan untuk menangani kondisi darurat,” ujar Suhaely saat diwawancarai usai rapat koordinasi, di ruang Akhlakul Karimah, Rabu, 4 Maret 2026.
Mengingat posisi Kota Tangerang sebagai daerah lintasan utama, kata Suhaely, Dishub juga telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas dengan memasang rambu-rambu portabel agar pemudik tidak mengalami kendala saat melintas.
Dia mengatakan, untuk menjamin keselamatan penumpang di musim mudik lebaran ini, Dishub akan memperketat pengawasan armada angkutan umum melalui ramp check atau inspeksi keselamatan. Pemeriksaan ini dijadwalkan mulai intensif pada H-7 Lebaran, menyasar Terminal Poris Plawad serta berbagai Pool Bus (PO) di wilayah Kota Tangerang.
”Petugas akan memeriksa kelengkapan administrasi hingga teknis kendaraan secara mendalam. Kami ingin memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan,” tegas Suhaely.
Tak hanya armada, faktor manusia juga menjadi fokus utama. Pemkot Tangerang melalui sinergi antara Dinas Kesehatan, BNN Kota Tangerang, dan Kesbangpol akan menggelar cek kesehatan tes urine bagi awak bus.
”Tes urine untuk memastikan pengemudi bebas dari penyalahgunaan zat terlarang,” kata Suhaely.
Menurutnya, langkah ini diambil guna memastikan kondisi fisik dan mental para sopir tetap prima, sehingga resiko kecelakaan akibat faktor kelalaian manusia dapat diminimalisir. (ziz)
Sumber:

