diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Pergerakan Pemudik di Kota Tangerang Diprediksi Capai 1,9 Juta Orang

Pergerakan Pemudik di Kota Tangerang Diprediksi Capai 1,9 Juta Orang

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Ach­mad Suhaely.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Ta­nge­rang melalui Dinas perhu­bungan mulai mematangkan persiapan menjelang musim mudik Lebaran 2026. Berda­sarkan hasil survei terbaru, diperkirakan sebanyak 1,92 juta masyarakat akan mela­kukan pergerakan di wilayah Kota Tangerang selama masa mudik tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Ach­mad Suhaely mengungkapkan, pihaknya telah menyusun ti­me­line kerja selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. 

Selama periode tersebut, Dis­hub akan mendirikan se­jum­lah posko mudik lebaran yang tersebar di titik-titik stra­tegis.

”Kami mengerahkan 200 per­sonel yang akan disebar di berbagai titik hasil koordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan. Selain itu, satu regu khusus juga disiagakan untuk mena­ngani kondisi darurat,” ujar Suhaely saat diwawancarai usai rapat koordinasi, di ruang Akhlakul Karimah, Rabu, 4 Maret 2026.

Mengingat posisi Kota Tange­rang sebagai daerah lintasan utama, kata Suhaely, Dishub juga telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas dengan memasang rambu-rambu por­tabel agar pemudik tidak me­ngalami kendala saat melintas.

Dia mengatakan, untuk men­ja­min keselamatan penumpang di musim mudik lebaran ini, Dishub akan memperketat pe­ngawasan armada angkutan umum melalui ramp check atau inspeksi keselamatan. Peme­riksaan ini dijadwalkan mulai intensif pada H-7 Le­baran, me­nyasar Terminal Poris Plawad serta berbagai Pool Bus (PO) di wilayah Kota Ta­ngerang.

”Petugas akan memeriksa kelengkapan administrasi hing­ga teknis kendaraan secara men­dalam. Kami ingin memas­tikan kendaraan yang berope­rasi benar-benar laik jalan,” tegas Suhaely.

Tak hanya armada, faktor manusia juga menjadi fokus utama. Pemkot Tangerang me­lalui sinergi antara Dinas Ke­sehatan, BNN Kota Tangerang, dan Kesbangpol akan meng­gelar cek kesehatan tes urine bagi awak bus.

”Tes urine untuk memastikan pengemudi bebas dari penya­lahgunaan zat terlarang,” kata Suhaely.

Menurutnya, langkah ini di­ambil guna memastikan kondisi fisik dan mental para sopir te­tap prima, sehingga resiko kecelakaan akibat faktor kela­laian manusia dapat dimini­malisir. (ziz)

Sumber: