Program Bedah Rumah 2026 di Cisoka dan Tigaraksa, Bangun Puluhan RTLH
TINJAU: Camat Tigaraksa Cucu Abdurosyied sedang meninjau salah satu RTLH yang sedang dalam perbaikan beberapa waktu lalu.(Dok Kec. Tigaraksa)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Tangerang terus berlanjut. Meski ratusan unit telah diperbaiki dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan perbaikan tempat tinggal warga berpenghasilan rendah masih tergolong tinggi, khususnya di wilayah Cisoka dan TIGARAKSA.
Camat Cisoka, Sumartono, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pihaknya bersama pemerintah desa dan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang telah membedah sekitar 160 hingga 170 unit rumah.
“Kalau yang sudah kita lakukan selama dua tahun ini, 2024 dan 2025, sekitar 160 sampai 170 unit rumah sudah dibedah. Kalau ditotal beberapa tahun terakhir hampir mendekati 200 unit,” ujarnya, Senin (2/3).
Pada 2024, jumlah RTLH yang diperbaiki mencapai lebih dari 80 unit, hasil kolaborasi program desa, kecamatan, dan Perkim. Sementara pada 2025, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 90 unit. Namun demikian, hasil pendataan sementara menunjukkan masih ada puluhan rumah warga yang membutuhkan penanganan.
Untuk tahun 2026, estimasi kebutuhan perbaikan di Kecamatan Cisoka diperkirakan mencapai sekitar 80 unit. Program bedah rumah tersebut dibagi berdasarkan kewenangan pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
“Untuk 2026 belum final, karena masih kita sinkronkan dengan desa dan Perkim. Dari kecamatan sendiri kemungkinan sekitar empat sampai enam unit. Kurang lebih 80 unit akan dibangun,” jelas Sumartono.
Sementara itu, di Kecamatan Tigaraksa menargetkan perbaikan 49 unit RTLH pada 2026. Camat Tigaraksa, Cucu Abdurosyied, mengatakan puluhan rumah tersebut telah masuk daftar prioritas setelah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) di tingkat kecamatan.
“Hari ini (Senin, 2 Maret 2026, red) batas akhir verifikasi dan validasi di tingkat kecamatan. Dari total sekitar 320 rumah yang terdata sebagai target intervensi, tahun ini kami prioritaskan 49 unit terlebih dahulu,” ujar Cucu.
Ia menjelaskan, penerima bantuan merupakan warga kategori Desil 1 hingga Desil 4, yakni kelompok sangat miskin hingga rentan miskin. Data tersebut menjadi dasar penentuan sasaran agar program tepat guna dan tepat sasaran.
Program bedah rumah didanai melalui kolaborasi sejumlah sumber anggaran, mulai dari APBD Kabupaten Tangerang melalui Perkim, anggaran kecamatan, hingga dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pengerjaan mayoritas dijadwalkan mulai Juni 2026, meski untuk kondisi darurat penanganan dilakukan lebih cepat.
“Sesuai arahan Bupati, kami turun langsung memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tepat waktu. Untuk kondisi yang mendesak, segera kami eksekusi,” kata Cucu.
Setiap unit rumah yang dibangun mengacu pada Peraturan Bupati dengan standar luas 6x6 meter. Selain perbaikan struktur bangunan, program juga menitikberatkan pada penyediaan fasilitas sanitasi dan MCK yang layak guna meningkatkan kualitas kesehatan warga.(dan)
Sumber:

