BJB FEBRUARI 2026

BGN Sebut Menu MBG Sesuai Standar Gizi

BGN Sebut Menu MBG Sesuai Standar Gizi

MENU MBG: Salah satu menu MBG selama bulan Ramadan di Kota Serang.(Dok. For Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Meski dilaksanakan dalam suasana puasa, komposisi makanan dan perhitungan nilai gizi tidak mengalami perubahan.

Koordinator Wilayah BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, menegaskan bahwa penyusunan menu selama Ramadan tetap mengacu pada pedoman “Isi Piringku” dan perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dengan demikian, kualitas dan kandungan gizi makanan yang diterima para penerima manfaat tetap terjaga.“Standar menu tidak berubah. Komposisi tetap sesuai ‘Isi Piringku’ dan perhitungan AKG tetap dilakukan agar kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi,” ujar Nuni.

Ia menjelaskan, penyesuaian selama Ramadan lebih pada aspek teknis penyajian. Makanan dikemas dalam kemasan sehat agar praktis, higienis, dan tetap aman dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan mengingat tidak seluruh siswa mengonsumsinya secara langsung di sekolah.

Menurut Nuni, penyaluran MBG selama Ramadan tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku. Tidak ada perubahan sistem distribusi, hanya penyesuaian dengan kesiapan masing-masing sekolah dalam menerima penyaluran selama bulan puasa.“Secara mekanisme tetap sama. Pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan kondisi sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” katanya.

Untuk jadwal distribusi, MBG pada prinsipnya tetap disalurkan setiap hari. Pada periode Ramadan tahun ini, penyaluran terakhir dilakukan pada 17 Maret 2026. Sementara untuk tanggal 18 hingga 20 Maret 2026, distribusi dilakukan secara rapel sebagai bagian dari penyesuaian jadwal akhir periode.

BGN juga memastikan bahwa program MBG selama Ramadan tetap menyasar seluruh kelompok penerima manfaat. Selain peserta didik, program ini juga diperuntukkan bagi kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Program tetap berjalan untuk seluruh sasaran tanpa pengecualian,” tegas Nuni.

Dengan tetap mempertahankan standar gizi dan pengawasan kualitas, BGN berharap pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap optimal dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, sekaligus menyesuaikan dengan dinamika ibadah puasa.Meski demikian, sejumlah orang tua murid yang berasal dari Kota Serang menyampaikan protes di media sosial setelah melihat menu yang dibagikan. Dalam unggahan yang beredar, terlihat makanan berupa jagung rebus, tahu goreng atau tahu isi, kacang, dan jeruk yang dikemas dalam plastik.

Salah seorang orang tua murid menuliskan keberatannya. “Masa anak SD dikasih MBG buat buka puasa jagung rebus sama tahu goreng. Itu kan dimasak dari semalam, dimakan buat buka puasa mana enak,” katanya.

Ia juga mempertanyakan ketahanan makanan tersebut. “Harusnya selama bulan puasa menunya yang kering saja supaya tidak cepat basi dan tidak mubazir,” tulis akun lainnya.

Bahkan ada yang menyoroti aspek anggaran. “Tolong diperhatikan lagi menunya supaya anggarannya tidak terbuang sia-sia,” ungkapnya.(ald)

Sumber: