SMPN 2 Curug Kokurikuler Menanam Bawang di Aula Sekolah
KOKULIKULER: Siswa SMPN 2 Curug mengĀikuti kokurikuler menanam bawang merah dengan media tanam dan polybag sebelum praktek dalam kokurikuler di aula.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 2 Curug, kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan kokurikuler menanam bawang merah di aula sekolah. Penanaman bowing ini dilakukan dengan memanfaatkan media tanam sederhana dan polybag.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengedepankan praktik langsung di lingkungan sekolah.
Berbeda dari pembelajaran di dalam kelas pada umumnya, kegiatan kokurikuler ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata, bagaimanacara menanam bawang merah menggunakan media tanam seadanya. Aula sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan pertemuan dan acara formal, disulap menjadi ruang praktik pertanian sederhana yang edukatif.
Kepala SMPN 2 Curug Purwaningsih mengatakan, kegiatan kokurikuler tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan aplikatif. “Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori di kelas, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada siswa. Melalui kegiatan menanam bawang merah dengan media tanam sederhana dan polybag, kami ingin siswa memahami bahwa bercocok tanam bisa dilakukan di mana saja, bahkan dengan fasilitas yang terbatas,” ujar Purwaningsih kepada Tangerang Ekspres, Kamis (12/2).
Ia menjelaskan, pemilihan bawang merah sebagai tanaman yang dibudidayakan bukan tanpa alasan. Selain mudah ditanam, bawang merah juga merupakan komoditas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
“Kami ingin siswa menyadari bahwa tanaman yang sering mereka lihat di dapur rumah ternyata memiliki proses budidaya yang membutuhkan ketelatenan dan perawatan. Dengan memahami prosesnya, diharapkan mereka lebih menghargai hasil pertanian dan memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan,” paparnya.
Menurut Purwaningsih, kegiatan kokurikuler ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa. Mereka diajak untuk berinovasi dalam memanfaatkan media tanam seadanya, seperti menggunakan campuran tanah, sekam, dan kompos yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Selain menambah wawasan tentang teknik menanam, kegiatan ini juga melatih kreativitas siswa. Mereka belajar bagaimana memanfaatkan bahan-bahan sederhana menjadi media tanam yang bermanfaat. Ini menjadi pembelajaran penting bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan alat dan bahan yang mahal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembelajaran berbasis praktik seperti ini mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kerja sama antarsiswa.
“Dalam proses menanam hingga perawatan nanti, siswa akan belajar tentang tanggung jawab. Tanaman yang mereka tanam harus dirawat bersama. Dari situ tumbuh rasa memiliki, kerja sama, dan kepedulian. Nilai-nilai karakter inilah yang juga ingin kami tanamkan melalui kegiatan kokurikuler ini,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang terintegrasi dengan pembelajaran lainnya.
“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan, mungkin dengan jenis tanaman lain atau pengolahan hasil panen. Kami ingin siswa SMPN 2 Curug memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan membekali mereka dengan keterampilan hidup sederhana yang bermanfaat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan kokurikuler menanam bawang merah ini, SMPN 2 Curug menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan, kreativitas, serta karakter siswa di lingkungan sekolah.(ran)
Sumber:
