500 Guru Ngaji Dapat BPJS Ketenagakerjaan
GURU NGAJI: Sebanyak 500 guru ngaji di Tangerang Utara menerima jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan masyarakat mendapat pelatihan makeup hasil kolaborasi Pemkab Tangerang, Kawan Muda 17, dan PIK 2.-Kawan Muda 17 For Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, MAUK — Komitmen perlindungan bagi pekerja rentan terus diperluas di wilayah Kabupaten Tangerang. Sebanyak 500 guru ngaji yang tersebar di lima kecamatan wilayah Utara kini resmi mendapatkan jaminan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara komunitas Kawan Muda 17, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, dan pihak swasta PIK 2. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan secara simbolis di Aula Kecamatan Mauk, Jumat (13/2).
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan, guru ngaji merupakan sosok vital yang mengabdi tanpa batas waktu demi menjaga akhlak generasi muda. Namun, selama ini banyak dari mereka yang belum tersentuh perlindungan kerja formal.
”Alhamdulillah, sekarang BPJS dan PIK 2 menjamin 500 guru ngaji. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap mereka yang terus mengajar tanpa kenal waktu,” ujar Maesyal Rasyid dalam sambutannya.
Bupati merinci, para penerima manfaat berasal dari lima kecamatan, yakni Mauk, Kosambi, Pakuhaji, Teluk Naga, dan Sukadiri. Maesyal menjelaskan, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran untuk melindungi sekitar 500 ribu pekerja rentan, mulai dari guru ngaji, nelayan, tukang becak, sopir angkot, hingga pengemudi ojek.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi pihak ketiga, termasuk PIK 2, yang telah membantu pembangunan infrastruktur jalan, sarana olahraga, koperasi desa, program bedah rumah, hingga bantuan sosial.
Ia berharap cakupan perlindungan BPJS ke depan semakin luas dan menyasar lebih banyak pekerja rentan di wilayah pesisir Utara Kabupaten Tangerang.
”Saya berharap bantuan ini terus berkembang, tidak hanya untuk guru ngaji, tetapi juga nelayan dan pekerja rentan lainnya agar membawa keberkahan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Selain jaminan sosial, acara ini juga dimeriahkan dengan pelatihan tata rias (makeup) gratis yang diinisiasi oleh Kawan Muda 17. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan bagi masyarakat sekitar guna membuka peluang ekonomi baru.
Ketua Kawan Muda 17 Herdi menegaskan, gerakan kepemudaan harus memberikan dampak nyata. Program ini mengusung semangat ”Berdaya Melalui Pengabdian dan Cinta”.
”Guru ngaji adalah penjaga nilai generasi kita. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perlindungan layak. Kami akan terus mendorong kolaborasi agar lebih banyak pekerja rentan yang terlindungi dan masyarakat yang diberdayakan,” tegas Herdi.
Dengan adanya jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan para guru ngaji di pesisir Utara Tangerang dapat menjalankan tugas mulianya dengan rasa aman, sementara masyarakat umum dapat lebih mandiri secara ekonomi melalui keterampilan yang diberikan. (zky)
Sumber:
