BJB NOVEMBER 2025

Jam Kerja Dapur SPPG Dikeluhkan

Jam Kerja Dapur SPPG Dikeluhkan

MBG: Sejumlah siswa di Lebak menerima program makan bergizi gratis, belum lama ini.(A Fadilah/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah pekerja di dapur program makan bergizi gratis (MBG) mengeluhkan jam kerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang cukup panjang dan tidak ada kontrak kerja yang jelas. 

Bunga, nama inisial yang mengaku bekerja di dapur SPPG Kecamatan Cibadak mengatakan, yang tidak menentu itu jam kerja yang tidak menentu dan cukup panjang.  ”Iya, setiap hari kita pekerja lebih dari 8 jam, dari malam hingga siang,” kata Bunga, kepada Tangerang Ekspres, Senin (2/2). 

Jadi, kata dia, waktu untuk istirahat dan keluarga terganggu dan tidak banyak waktu. Menurutnya, pengaturan waktu kerja harusnya mengikuti standar aturan ketenaga kerjaan, yakni delapan jam kerja. ”Jika lebih dari delapan jam, harusnya dihitung lembur, dan bayarannya jelas beda dengan jam kerja sebelumnya,” ujarnya. 

Selain jam kerja, kontrak kerja juga tidak ada. Bahkan, belum mendapatkan BPJS, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. ”Sampai hari ini belum mendapatkan BPJS, engga tau udh di daftarkan atau belum oleh pengelola dapurnya,” tutur dia. 

Ruly Chaerulianto, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Lebak mengatakan, hingga saat ini Disnaker belum menerima aduan secara resmi dari pegawai dapur MBG. Namun, isu jam kerja di dapur MBG yang panjang memang sudah menjadi isu nasional. ”Kami juga tidak bisa berbuat banyak, karena SPPG bukan perusahaan dan pengelola Dapur SPPG tidak ada yang melaporkan terkait keberadaan tenaga kerjanya,” ucap Ruly.(fad)

Sumber: