BJB NOVEMBER 2025

Kunjungi Kelurahan Terpadat, Dewan Dorong Solusi Sampah Hingga Bedah Rumah

Kunjungi Kelurahan Terpadat, Dewan Dorong Solusi Sampah Hingga Bedah Rumah

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo didampingi Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Wati serta seorang staf kelurahan saat diwawancarai, Kamis 29 Januari 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANG EKSPRES.ID, TANGERANG — Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Tanah Ting­gi, Kecamatan Tangerang, pada Kamis 29 Januari 2026. Kunju­ngan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril kepada Lurah Tanah Tinggi yang baru menjabat sebulan lalu. 

Dia juga sekaligus memetakan solusi atas berbagai persoalan pelik di wilayah dengan popu­lasi terpadat di Daerah Pemi­lihan (Dapil) 1 tersebut.

Arief mengungkapkan, bahwa dengan jumlah penduduk men­capai 36.000 jiwa, Kelu­rahan Tanah Tinggi memer­lukan sinergi kuat antara pihak legislatif dan eksekutif. Ia me­nekankan bahwa kelurahan adalah ujung tombak pelayanan publik yang harus diperkuat melalui kebijakan dan anggaran yang tepat.

”Kita perlu memberikan du­kungan kebijakan dan pola ker­ja sama yang baik agar kelu­rahan bisa semakin mandiri dan mampu menuntaskan ber­bagai permasalahan di wi­la­yahnya,” ujar Arief.

Dalam diskusi bersama pihak kelurahan, Arief mengidenti­fikasi tiga masalah prioritas yang perlu segera ditangani, diantara­nya, transformasi pe­nge­lolaan sampah menuju ze­ro waste.

Arief menyoroti masalah ka­pa­sitas penampungan sampah sementara yang perlu diper­baiki. Ia berencana mendorong adanya pilot project area zero waste di tingkat RT atau RW. 

Menurutnya, pemerintah ha­rus fokus pada edukasi dan pendampingan SDM untuk mengubah kebiasaan masya­rakat dalam mengelola sampah organik di hulu, bukan sekadar bergantung pada teknologi alat seperti insinerator.

”Pemerintah harus hadir mem­berikan fasilitas seperti komposter atau sarana budi­daya maggot, bukan hanya menghimbau. Ini adalah bentuk political will untuk perubahan tata kelola sampah,” tegasnya.

Kemudian, Arief juga men­dorong percepatan program bedah rumah terkait hunian tidak layak. Saat ini terdata se­kitar 50 rumah di Kelurahan Tanah Tinggi yang memerlukan bantuan bedah rumah

”Tahun ini berdasarkan data ada sekitar 50 rumah yang me­merlukan bantuan bedah ru­mah,” kata Arief.

Arief juga meminta agar data ajuan tahun-tahun sebelumnya ditarik kembali untuk dibuatkan perencanaan penuntasan se­cara bertahap atau multi-years. Ia menekankan pentingnya keterbukaan data agar peme­rintah bisa hadir memberikan solusi nyata, terutama di tengah ancaman bencana hidrome­teorologi yang meningkatkan risiko rumah ambruk.

Selain itu, program pemba­ngu­nan prioritas lainnya di Kel­urahan Tanah Tinggi, Arief juga mendorong Dinas PUPR Kota Tangerang untuk segera memperbarui masterplan drai­nase Kota Tangerang yang ter­akhir dibuat pada tahun 2017. Menurutnya, masterplan drainase pada 2017 tersebut sudah tidak relevan lagi.

”Jadi perlu di-update lagi un­tuk dilakukan perbaikan kem­bali,” ujarnya.

Ia juga menyarankan peli­batan pakar klimatologi dari lembaga seperti BRIN agar kajian drai­nase mampu meng­akomodasi peningkatan curah hujan yang kerap terjadi saat ini.

Sumber: