Puluhan Warga Kota Serang Masih Ngungsi
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengunjungi warga Kota Serang yang mengungsi di posko akibat banjir beberapa waktu lalu. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Puluhan warga Kota Serang masih bertahan di lokasi pengungsian akibat dampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang per Rabu (14/1) pukul 14.10 WIB, tercatat sebanyak 60 jiwa masih mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak cukup luas. Total warga terdampak mencapai 1.744 kepala keluarga (KK) atau 6.385 jiwa.
“Untuk sementara, kami mencatat ada 60 warga yang masih berada di pengungsian. Mereka ditempatkan di tenda yang kami dirikan di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen,” ujarnya.
Selain menyebabkan pengungsian, banjir juga merendam 1.579 rumah warga. Sementara itu, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan 29 rumah rusak, serta kerusakan pada dua fasilitas umum, yakni Pondok Pesantren Riyadul Barokah dan SMPN 18 Kota Serang.
Diat menjelaskan, secara keseluruhan tercatat 34 kejadian banjir di berbagai titik wilayah Kota Serang. Selain itu, BPBD juga menangani 10 kejadian pohon tumbang serta 28 kejadian rumah roboh akibat terpaan angin kencang dan hujan deras.
“Tim kami terus melakukan monitoring dan penanganan di lapangan. Personel dan peralatan sudah kami turunkan untuk membantu evakuasi warga terdampak, penanganan pohon tumbang, serta asesmen rumah yang roboh,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD Kota Serang juga secara intensif melakukan pemantauan cuaca melalui BMKG, serta memonitor informasi kebencanaan dari media sosial dan call center BPBD. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak tertangani.
Terkait kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, Diat mengimbau masyarakat agar tetap waspada. “Kami mengimbau warga untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca. Bagi yang tinggal di daerah rawan bencana agar lebih berhati-hati,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengguna jalan yang melintas di kawasan rawan longsor dan pohon tumbang untuk meningkatkan kewaspadaan. “Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama saat cuaca buruk,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan bahwa penanganan banjir saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya pangan dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
“Prioritas utama sekarang adalah memastikan kebutuhan makan dan kondisi kesehatan warga terpenuhi. Setelah itu, kami akan melanjutkan penanganan pada sektor infrastruktur, termasuk normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan bersama pihak terkait,” ujarnya.
Agis juga menyoroti banyaknya titik banjir di Kota Serang yang dipicu oleh berbagai faktor lingkungan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar.
“Kami mengajak warga agar bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk tidak mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai yang bisa menyebabkan penyempitan aliran air dan memicu banjir,” tegasnya. (ald)
Sumber:

