Dinkes Siagakan Tim Medis di Pengungsian
Petugas tim medis Dinkes Kota Serang sedang melakukan cek kesehatan di grand sutera, Kota Serang, Selasa (13/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menurunkan sejumlah tenaga medis guna memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan kesehatan masyarakat pascabencana.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin, menjelaskan bahwa pengerahan petugas kesehatan merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Seluruh kepala unit pelaksana teknis (UPT) diminta bersinergi dalam penanganan dampak banjir.
“Atas arahan Pak Wali Kota, seluruh kepala UPT diminta bergerak bersama untuk menangani dampak banjir ini,” ujarnya, Selasa (13/1).
Ia menuturkan, tenaga kesehatan telah ditempatkan di sejumlah titik pengungsian untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau. Di kawasan Perumahan Grand Sutera, misalnya, Dinkes menyiagakan dua pos layanan kesehatan yang berada di musala dan masjid.
Sementara di Curug, tim medis juga disiagakan mengingat ketinggian banjir mencapai sekitar satu meter. Warga setempat bahkan sempat dievakuasi ke kantor kelurahan.
Selain layanan kesehatan, di lokasi terdampak juga tersedia dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi. Tenaga medis turut melakukan pendampingan guna memastikan kondisi kesehatan warga tetap terkontrol.
Hasan menyebutkan, penyakit yang kerap muncul pascabanjir antara lain gangguan kulit seperti gatal-gatal akibat air kotor yang masuk ke rumah, serta potensi penyakit diare dan muntaber.
“Selain itu, karena kondisi cuaca yang masih hujan, risiko flu hingga red flag syndrome juga perlu diwaspadai,” katanya.
Dinkes pun mengimbau masyarakat yang terdampak banjir agar segera mendatangi pos kesehatan terdekat jika mengalami keluhan kesehatan, guna mencegah kondisi yang lebih serius.
“Kami mengingatkan warga agar tetap menjaga stamina dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengungkapkan data sementara dampak banjir di wilayah tersebut. Berdasarkan pendataan, banjir telah berdampak pada 1.658 kepala keluarga atau sekitar 6.105 jiwa.
“Jumlah rumah yang terendam mencapai 1.579 unit, sementara warga yang mengungsi tercatat sebanyak 501 jiwa,” ujarnya. (ald)
Sumber:

