BJB NOVEMBER 2025

Dinkes Siagakan Tim Medis di Pengungsian

Dinkes Siagakan Tim Medis di Pengungsian

Petugas tim medis Dinkes Kota Serang sedang melakukan cek kesehatan di grand sutera, Kota Serang, Selasa (13/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Din­kes) Kota Serang menurunkan sejumlah tenaga medis guna mem­berikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah. Upaya terse­but dilakukan sebagai langkah perlindungan kesehatan masya­rakat pascabencana.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ah­mad Hasanudin, menjelaskan bahwa pengerahan petugas kese­hatan merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Seluruh kepala unit pelaksana teknis (UPT) dimin­ta bersinergi dalam penanganan dampak banjir. 

“Atas arahan Pak Wali Kota, selu­ruh kepala UPT diminta berge­rak bersama untuk menangani dam­pak banjir ini,” ujarnya, Selasa (13/1).

Ia menuturkan, tenaga kesehatan telah ditempatkan di sejumlah titik pengungsian untuk memasti­kan kondisi kesehatan warga tetap terpantau. Di kawasan Perumahan Grand Sutera, misalnya, Dinkes menyiagakan dua pos layanan kesehatan yang berada di musala dan masjid.

Sementara di Curug, tim medis juga disiagakan mengingat keting­gian banjir mencapai sekitar satu meter. Warga setempat bahkan sempat dievakuasi ke kantor kelurahan.

Selain layanan kesehatan, di lokasi terdampak juga tersedia dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi. Tenaga medis turut melakukan pendampingan guna memastikan kondisi kesehatan warga tetap terkontrol.

Hasan menyebutkan, penyakit yang kerap muncul pascabanjir antara lain gangguan kulit seperti gatal-gatal akibat air kotor yang masuk ke rumah, serta potensi penyakit diare dan muntaber.

“Selain itu, karena kondisi cuaca yang masih hujan, risiko flu hingga red flag syndrome juga perlu diwas­padai,” katanya.

Dinkes pun mengimbau masya­rakat yang terdampak banjir agar segera mendatangi pos kesehatan terdekat jika mengalami keluhan kesehatan, guna mencegah kondisi yang lebih serius.

“Kami meng­ingatkan warga agar tetap menjaga stamina dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pung­kasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengungkapkan data sementara dampak banjir di wila­yah tersebut. Berdasarkan pe­ndataan, banjir telah berdampak pada 1.658 kepala keluarga atau sekitar 6.105 jiwa. 

“Jumlah rumah yang terendam mencapai 1.579 unit, sementara warga yang mengungsi tercatat se­ba­nyak 501 jiwa,” ujarnya. (ald)

Sumber: