BJB NOVEMBER 2025

Pemkot Serang Siap Percepat Normalisasi Sungai Banten Lama

Pemkot Serang Siap Percepat Normalisasi Sungai Banten Lama

Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia saat menyusuri sungai di Banten lama, Sabtu (10/1). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyatakan siap mempercepat normalisasi Sungai Banten Lama sebagai langkah utama mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Komitmen ini ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rus­tandi yang turun ke lapangan meninjau kondisi sungai hing­ga ke muara laut, di wilayah Banten Lama, Sabtu (10/1/2026).

Budi menegaskan, perce­patan normalisasi dilakukan sesuai instruksi Gubernur Banten. Pemkot akan fokus pada penertiban bangunan liar dan tambak yang mem­persempit alur sungai, se­men­tara revitalisasi kanal menjadi kewenangan Pemprov Banten. 

“Saya sudah perintahkan agar tambak-tambak liar yang menghambat aliran air segera ditertibkan. Ini harus cepat agar aliran sungai kembali normal,” kata Budi.

Ia menyampaikan, penertiban bangunan di kawasan Banten Lama dilakukan secara bertahap, diawali dengan pendataan dan sosialisasi kepada warga. Jika ditemukan bangunan yang berdiri di atas lahan negara, Pemkot tidak segan melakukan pembongkaran. 

“Kalau memang itu bukan haknya, akan kita bongkar. Kalau ada yang sadar, silakan bongkar sendiri. Pemerintah akan bertindak tegas,” ujarnya.

Pemkot juga akan melibatkan kejaksaan dalam proses penertiban untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan hukum.

Selain Banten Lama, Budi juga menyoroti kondisi di wilayah Kroya, Kecamatan Kasemen yang dinilai lebih parah karena banyak bangunan permanen berdiri di bantaran sungai. Pemkot akan melakukan pengukuran ulang dan verifikasi dokumen kepemilikan bangunan di lokasi tersebut.

Menurut Budi, persoalan banjir di Kota Serang tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat. 

“Banyak yang membangun di aliran sungai dan membuang sampah sembarangan. Ini yang menyebabkan sungai menyempit dan air meluap,” tegasnya.

Budi optimistis, dengan percepatan normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar, persoalan banjir di Kota Serang dapat ditekan secara signifikan. 

“Target kami jelas, Kota Serang harus bebas banjir. Ini upaya bersama demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Syaefudin, menyampaikan bahwa titik-titik banjir di wilayah Kroya dan Kanal Banten Lama sudah terpetakan secara jelas. 

Berdasarkan laporan lapangan, penanganan banjir siap dilakukan dengan fokus pada lokasi-lokasi krusial penyebab luapan air.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama banjir adalah penyempitan sungai akibat bangunan liar serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. 

Sumber: