Waspada Banjir, Dua Sungai Besar di Lebak Siaga 1
SUNGAI CIUJUNG: Akibat intensitas hujan tinggi Sungai Ciujung meluap, kemarin.(A Fadilah/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dua sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak, Banten yakni Ciujung dan Ciberang berstatus Siaga 1, dengan ketinggian muka air mencapai sekitar 500 sentimeter dan debit air mencapai 600 meter kubik per detik.
”Luapan Sungai Ciberang dan Ciujung cukup tinggi dengan berstatus Siaga 1,” kata Febby, Sekretaris BPBD Lebak, Minggu (4/1).
Melihat kondisi tersebut, BPBD telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir untuk waspada.
”Masyarakat diminta untuk tetap siaga dan waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir,” ujar Febby.
Meski Bendungan Karian dinilai mampu meredam banjir di wilayah perkotaan, namun kata Febby, aliran Sungai Ciujung tidak hanya berasal dari Sungai Ciberang, tetapi juga dari Sungai Cisimeut, Ciujung Lama, hingga Ciujung Baru.
”Wilayah perkotaan seperti Cibadak, Muara Rangkasbitung, dan Kalimati masih berpotensi mengalami banjir perkotaan. Kemudian mengarah ke Kecamatan Cibadak bagian Cisangu, di mana aliran sungai kerap tersumbat karena juga mendapat suplai dari hulu Sungai Cisangu,” paparnya.
Febby mengingatkan, selain banjir, ancaman longsor bisa terjadi akibat dipicu intensitas hujan yang tinggi. Pihaknya mencatat wilayah perbukitan di Kecamatan Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah masih mendominasi potensi bencana tersebut. Bahkan, longsor kembali terjadi di ruas jalan Cikidang-Pasir Kurai, lokasi yang sebelumnya sempat ditangani dan kini kembali tertutup material tanah.
”Longsor hari ini sudah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat untuk membuka akses jalan,” ucap Febby.
Lebih lanjut, Febby mengatakan, BPBD telah menerima peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi langsung maupun tidak langsung oleh siklon tropis yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari.
Irman, Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Lebak menambahkan, BPBD telah menyiagakan 45 personel yang tersebar di seluruh kecamatan. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, serta instansi terkait lainnya. ”Kami memastikan peralatan evakuasi, termasuk perahu, dalam kondisi siap pakai. Untuk longsor, kami berkoordinasi dengan PUPR terkait kesiapan alat berat di titik-titik rawan,” ucapnya.(fad)
Sumber:

