Pasangan ASN Harus Jadi “Rem” Korupsi
INTEGRITAS: Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah) didampingi Sekda Bambang Noertjahjo dan Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Kunto Ariawan foto bersama dengan para lurah dan pasangan saat bimtek keluarga berintegritas.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Pemkot Tangsel menilai keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya korupsi yang dilakukan aparatur pemerintahan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang diikuti 54 lurah di Kota Tangsel bersama pasangan masing-masing.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, secara alamiah penghasilan yang diterima aparatur pada akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, keluarga memiliki posisi strategis dalam mengingatkan sekaligus menjaga agar sumber penghasilan yang diterima berasal dari cara yang halal dan tidak berkaitan dengan praktik korupsi.
"Keluarga mempunyai peran yang sangat penting. Secara alamiah, penghasilan kita, take home pay kita itu untuk keluarga. Jadi keluarga ini menjadi sangat terdepan dalam mencegah terjadinya korupsi," ujarnya seusai memberikan sambutan Bimtek Keluarga Berintegritas di Aula Blandongan, Balai Kota, Selasa (15/9).
Benyamin menambahkan, kehadiran pasangan dalam kegiatan Keluarga Berintegritas bukan dimaksudkan untuk mencampuri urusan teknis pemerintahan yang menjadi kewenangan lurah. Pasangan justru diharapkan menjalankan fungsi pengawasan dari lingkungan keluarga.
Ia mengibaratkan pasangan sebagai "rem" yang dapat mengingatkan ketika seorang aparatur mulai menghadapi godaan atau berpotensi mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan prinsip integritas. "Kalau dalam istilah mobil, pasangan itu remnya. Diwanti-wanti sejak awal, dengan Bismillah cari rezeki yang halal saja," tambahnya.
Benyamin menegaskan, pasangan lurah tidak boleh melakukan intervensi terhadap tugas pemerintahan yang dijalankan. Namun, pasangan dapat berperan dalam membangun kesadaran dan mengingatkan agar amanah jabatan tidak disalahgunakan.
"Ini bukan soal teknis pemerintahan. Tugas-tugasnya memang mungkin pasangan itu tidak bisa intervensi seperti itu. Tetapi dalam rangka pengawasan di keluarga, itu sangat penting," jelasnya.
Diketahui, Bimtek Keluarga Berintegritas tersebut melibatkan seluruh lurah di Kota Tangsel. Dari 54 lurah yang mengikuti kegiatan, terdapat dua lurah perempuan yang hadir bersama suaminya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel memperkuat budaya integritas hingga ke lingkungan keluarga aparatur. Dengan demikian, pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui sistem dan pengawasan pemerintahan, tetapi juga melalui dukungan keluarga.
Sementara itu, Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, keluarga ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan integritas aparatur. Sebab, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seseorang untuk belajar mengenai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, serta keberanian melakukan hal yang benar.
"Kita menyadari bahwa integritas bukan semata-mata persoalan aturan dan pengawasan, tetapi juga menyangkut karakter, keteladanan, serta nilai-nilai yang dibangun dan dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari," ujar.
Bambang menambahkan, pencegahan korupsi dan penguatan integritas tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab individu ketika menjalankan tugas di tempat kerja. Dukungan keluarga juga diperlukan agar nilai-nilai integritas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga diharapkan dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan dan mengingatkan sekaligus menjadi benteng moral bagi aparatur dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga bertujuan membangun pemahaman bahwa integritas tidak berhenti pada kepatuhan terhadap peraturan. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam kehidupan keluarga.
Sumber:
