hut bjb

Prioritaskan Kesehatan Pemain, OSSC Gandeng RS Premier Bintaro

Prioritaskan Kesehatan Pemain, OSSC Gandeng RS Premier Bintaro

Sekretaris Umum OSSC, Meyla Prima Susilawati (dua kanan) dan Marketing Rumah Sakit Premier Bintaro Denny Marchiano (tiga kanan) menunjukkan dokumen perjanjian kerjasama (MoU). -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Sekolah Sepak Bola (SSB) Ocean Stars Soccer Club (OSSC) menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Premier Bintaro dalam bidang pemeriksaan kesehatan dan kebugaran fisik pemain muda.

Kerja sama tersebut diawali dengan medical check up (MCU) untuk mendeteksi kondisi fisik para pemain sejak dini. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama (MoU) antara perwakilan OSSC dan RS Premier Bintaro di Lapangan PTPN VIII Cilenggang, Serpong, Rabu (20/5).

Sekretaris Umum OSSC, Meyla Prima Susilawati mengatakan, pemeriksaan kesehatan tersebut penting dilakukan karena banyak pemain muda yang kerap tidak menyadari adanya gangguan fisik atau cedera ringan saat berlatih maupun bertanding.

“Kerja samanya dalam bentuk pengecekan kesehatan, terutama kesehatan fisik anak-anak. Ini tahap awal bersama RS Premier Bintaro,” ujarnya, 20 Mei 2026.

Menurutnya, melalui pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa pemain yang membutuhkan tindak lanjut medis meski sebelumnya tidak pernah mengeluhkan rasa sakit.

“Kadang anak-anak tidak mengeluh, padahal ternyata ada yang perlu diperiksa lebih lanjut, terutama di bagian kaki karena mereka bermain sepak bola,” tambahnya.

Ia menjelaskan, banyak pemain muda memilih menahan rasa sakit karena khawatir tidak dimainkan saat seleksi maupun pertandingan. Karena itu, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dinilai penting untuk mengetahui kondisi tubuh atlet sejak dini.

“Mereka takut dicoret dari seleksi atau tidak dimainkan. Padahal kalau dibiarkan, bisa berdampak jangka panjang,” jelasnya.

Pihak RS Premier Bintaro juga memberikan masukan terkait pola latihan dan penanganan fisik pemain agar performa atlet dapat berkembang lebih optimal tanpa mengabaikan kondisi kesehatan.

“Dari hasil MCU nanti ada rekomendasi, misalnya apa yang perlu diperbaiki dalam latihan atau treatment yang harus dilakukan,” tuturnya.

Saat ini pemeriksaan kesehatan masih difokuskan kepada para pemain OSSC. Namun, ke depan kerja sama tersebut juga akan melibatkan pelatih dan official tim. “Sekarang memang baru pemain dulu yang diperiksa. Tapi nanti pelatih juga akan ikut,” ujarnya.

OSSC sendiri merupakan sekolah sepak bola yang membina pemain dari berbagai kelompok usia, mulai U-6 hingga U-21. Saat ini jumlah pemain aktif mencapai sekitar 450 anak yang menjalani latihan rutin di sejumlah lapangan di wilayah Kota Tangsel.

“Kalau yang aktif sekitar 450 anak. Latihannya dibagi dari Selasa sampai Minggu di beberapa lapangan,” tuturnya.

Meyla mengaku, OSSC mulai berdiri sejak 2016 dan resmi terdaftar di PSSI Kota Tangsel pada 2018. Melalui kerja sama tersebut, pihak OSSC berharap kualitas fisik pemain muda dapat terus meningkat sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Sumber: