BJB FEBRUARI 2026

Vaksinasi Paling Efektif Cegah Penularan Campak

Vaksinasi Paling Efektif Cegah Penularan Campak

Seorang balita usai menjalani imunisasi campak di salah satu Puskesmas.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dinas Kesehatan Kota Tangerang terus menggencarkan program imu­nisasi campak di setiap puskesmas dan posyandu. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 3 Maret 2026.

Kepala Dinkes Kota Tange­rang dr. Dini Anggraeni mengatakan, kegiatan imunisasi campak ini menyasar kelompok rentan, khususnya balita di seluruh wilayah Kota Tangerang.

Ia menegaskan, langkah pro­aktif ini dilakukan untuk menekan laju penularan, me­ngingat kerentanan kelompok usia balita terhadap penyakit menular tersebut.

”Imunisasi campak ini terus kita lakukan untuk memastikan anak-anak kita tetap sehat dan terlindungi. Cara ini paling efektif untuk mencegah penularan campak,” kata dr Dini saat dihubungi, Senin, 20  April 2026.

Dini menyampaikan, masyarakat dapat mengakses la­yanan vaksinasi campak secara gratis di seluruh puskesmas, RSUD Kota Tangerang dan RSUD Benda, maupun posyandu dengan mekanisme yang sederhana. Yakni; cukup membawa anak ke fa­silitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter se­belum menerima vaksin.

”Bagi orang tua yang merasa imunisasi anaknya belum lengkap, jangan khawatir. Se­gera bawa anak ke puskesmas atau rumah sakit dan posyandu untuk melakukan imunisasi susulan,” ujar dr Dini. 

”Imunisasi ulang ini sangat aman dan justru sangat bermanfaat untuk memperkuat kekebalan tubuh anak agar tidak mudah tertular penyakit,” sambungnya.

Ia mengimbau, para orang tua untuk melengkapi imunisasi anak mulai dari usia 0-9 bulan hingga dosis tambahan di usia 18 bulan.

Ia juga menjamin, imunisasi susulan yang diberikan bagi anak yang belum melengkapi vaksinasinya adalah tindakan yang aman dan sa­ngat efektif dalam membentuk sistem kekebalan tubuh agar anak lebih terlindungi dari ancaman campak.

”Masyarakat tetap harus me­nerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)  mulai dari rajin mencuci tangan, memastikan anak cukup istirahat, memberikan gizi se­imbang, hingga rutin berolahraga agar imunitas anak semakin kuat,” paparnya.

dr Dini menambahkan, pihaknya juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan penyakit campak pada anak. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat proses pemulihan anak yang terinfeksi.

Namun demikian, para orang tua untuk tidak panik apabila anak mengalami gejala cam­pak, seperti demam, ru­am kemerahan, batuk, pilek, hingga mata merah.

Menurut Dini, meskipun sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan perawatan yang tepat, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda komplikasi, seperti sesak napas, diare berat, atau kejang. Jika gejala tersebut muncul, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pihaknya membagikan tujuh langkah penanganan pertama yang dapat dilakukan saat anak mengalami campak, diantaranya, melakukan isolasi man­diri, untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga lainnya maupun lingkungan sekitar. Kemudian, orang tua memberikan istirahat total, agar tubuh anak memiliki waktu optimal untuk melawan infeksi. Lalu, menjaga hidrasi tubuh, dengan memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi.

Sumber: