Vaksinasi Paling Efektif Cegah Penularan Campak
Seorang balita usai menjalani imunisasi campak di salah satu Puskesmas.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dinas Kesehatan Kota Tangerang terus menggencarkan program imunisasi campak di setiap puskesmas dan posyandu. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 3 Maret 2026.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, kegiatan imunisasi campak ini menyasar kelompok rentan, khususnya balita di seluruh wilayah Kota Tangerang.
Ia menegaskan, langkah proaktif ini dilakukan untuk menekan laju penularan, mengingat kerentanan kelompok usia balita terhadap penyakit menular tersebut.
”Imunisasi campak ini terus kita lakukan untuk memastikan anak-anak kita tetap sehat dan terlindungi. Cara ini paling efektif untuk mencegah penularan campak,” kata dr Dini saat dihubungi, Senin, 20 April 2026.
Dini menyampaikan, masyarakat dapat mengakses layanan vaksinasi campak secara gratis di seluruh puskesmas, RSUD Kota Tangerang dan RSUD Benda, maupun posyandu dengan mekanisme yang sederhana. Yakni; cukup membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter sebelum menerima vaksin.
”Bagi orang tua yang merasa imunisasi anaknya belum lengkap, jangan khawatir. Segera bawa anak ke puskesmas atau rumah sakit dan posyandu untuk melakukan imunisasi susulan,” ujar dr Dini.
”Imunisasi ulang ini sangat aman dan justru sangat bermanfaat untuk memperkuat kekebalan tubuh anak agar tidak mudah tertular penyakit,” sambungnya.
Ia mengimbau, para orang tua untuk melengkapi imunisasi anak mulai dari usia 0-9 bulan hingga dosis tambahan di usia 18 bulan.
Ia juga menjamin, imunisasi susulan yang diberikan bagi anak yang belum melengkapi vaksinasinya adalah tindakan yang aman dan sangat efektif dalam membentuk sistem kekebalan tubuh agar anak lebih terlindungi dari ancaman campak.
”Masyarakat tetap harus menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) mulai dari rajin mencuci tangan, memastikan anak cukup istirahat, memberikan gizi seimbang, hingga rutin berolahraga agar imunitas anak semakin kuat,” paparnya.
dr Dini menambahkan, pihaknya juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan penyakit campak pada anak. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat proses pemulihan anak yang terinfeksi.
Namun demikian, para orang tua untuk tidak panik apabila anak mengalami gejala campak, seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, hingga mata merah.
Menurut Dini, meskipun sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan perawatan yang tepat, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda komplikasi, seperti sesak napas, diare berat, atau kejang. Jika gejala tersebut muncul, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Pihaknya membagikan tujuh langkah penanganan pertama yang dapat dilakukan saat anak mengalami campak, diantaranya, melakukan isolasi mandiri, untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga lainnya maupun lingkungan sekitar. Kemudian, orang tua memberikan istirahat total, agar tubuh anak memiliki waktu optimal untuk melawan infeksi. Lalu, menjaga hidrasi tubuh, dengan memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi.
Sumber:
