BJB FEBRUARI 2026

Polda Kawal Ketat May Day

Polda Kawal Ketat May Day

Anggota Polda Banten mengikuti simulasi Sispamkota Dalam Rangka Pengamanan Hari Buruh Internasional atau May Day di halaman Polda Banten, Kota Serang, Senin (20/4). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, Polda Banten memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan dikawal ketat. Tak sekadar berjaga, Korps Bhayangkara bersama TNI dan Pemerintah Daerah telah menyiapkan skenario pengamanan matang melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota).

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengatakan bahwa fokus utama pengamanan adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat luas maupun para buruh yang merayakan hari besarnya.  Salah satunya lewat Sispamkota sebagai bentuk wujud kesiapan personel, sarana prasarana, serta standar operasional prosedur dalam melaksanakan pengamanan.

"Apakah sifat kegiatannya bakti kesehatan, bakti sosial dan semua kegiatan kemasyarakatan dalam rangka May Day kita amankan. Termasuk salah satunya juga adanya unjuk rasa manakala dilaksanakan di wilayah hukum Polda Banten," katanya usai Simulasi Sispamkota Dalam Rangka Pengamanan Hari Buruh Internasional atau May Day di halaman Polda Banten, Kota Serang (20/4).

Ia menjelaskan, terdapat empat tahap skema dalam menghadapi hari buruh internasional tersebut. Skema ini sesuai dengan Perkap (Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia) Nomor 1 Tahun 2009. Skema dimulai saat situasi hijau, yakni dengan mengedepankan tim negosiator Polwan dan Dalmas awal.

Berikutnya, bila situasi berlanjut ke tahap kuning seperti menghadapi aksi dorong-mendorong atau lemparan benda tanpa kehilangan kendali diri, maka akan ada pengerahan Dalmas lanjut. Kemudian, bila situasi merah atau anarkis maka akan dilakukan langkah tegas terukur, mulai dari pasukan PHH Brimob hingga penggunaan senjata sebagai opsi terakhir sesuai prosedur.

"Yang paling utama adalah standar operasional prosedur dan melatih kesabaran untuk tidak terprovokasi," ungkapnya.

Hengki berharap, melalui pelatihan ini pengamanan unjuk rasa Polda Banten semakin profesional dan selalu siap. Ia juga berpesan kepada warga Banten untuk tidak mudah percaya berita atau kabar palsu. Untuk memastikan informasi, warga Banten bisa menghubungi nomor 110.

"Mari kita jaga Provinsi Banten dengan aman sehingga Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernut, serta Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota dapat membangun untuk kesejahteraan masyarakat" tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan Kepolisian Daerah (Polda) Banten dalan menghadapi kemungkinan yang terjadi terkait keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Kalau kita lihat simulasi tadi, jajaran kepolisian sudah siap menangani kemungkinan hal-hal yang terjadi. Apresiasi kepada Polda Banten yang menyelenggarakan simulasi Sispamkota. Ini sangat penting," katanya.

Menurutnya, Polri telah mempersiapkan hal-hal yang mungkin terjadi. Termasuk kesiapan pada personel, peralatan, dan dukungan anggaran.

"Dan sudah dilihat tahapan-tahapannya dari mulai Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Penindakan Huru Hara (PHH), hingga penindakan kejahatan. Itu sudah profesional sekali," ujarnya.

Ia juga apresiasi atas pendekatan yang dilakukan Polda Banten. Polda mengajak masyarakat dalam komunikasi yang interaktif saat terjadi masalah.

"Dibawah Pak Hengki, hal-hal yang terjadi di Provinsi Banten tidak krusial, semua bisa ditangani secara persuasif. Alhamdulillah aman," tuturnya. (mam)

Sumber: