BJB FEBRUARI 2026

Cek Kesehatan Gratis, Dorong Deteksi Dini Penyakit

Cek Kesehatan Gratis, Dorong Deteksi Dini Penyakit

DETEKSI: Mahasiswa Universitas Matana menjalani Cek Kesehatan Gratis yang haru dilakukan minimal 1 tahun sekali.(Randy Yasetiawan/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, KELAPADUA — UPTD Puskesmas Kelapa Dua menggelar kegiatan cek kesehatan gratis bagi civitas akademika di lingkungan Universitas Matana. Kegiatan ini men­jadi upaya nyata dalam meningkatkan kesa­daran masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan tekanan darah, hingga pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah dan kolesterol. 

Tak hanya itu, bagi peserta yang memiliki kebia­saan merokok, turut dilakukan pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) untuk mengetahui dampak merokok terhadap kondisi tubuh.

Selain pemeriksaan fisik dan laboratorium, tim medis juga melakukan skrining kesehatan indera, meliputi pemeriksaan mata, telinga, dan gigi. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan yang kerap tidak disadari oleh masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Kelapa Dua, dr. Salma­wati mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam mem­berikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan cek kesehatan gratis ini, kami ingin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kondisi keseha­tannya,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, banyak penyakit yang sebenarnya dapat dicegah apabila terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan skrining seperti ini sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

“Kami berharap melalui pemeriksaan ini, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing. Jika ditemukan faktor risiko atau indikasi penyakit, bisa segera dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum berkembang menjadi lebih serius,” jelasnya.

Menurutnya, kebiasaan hidup sehat juga harus mulai dibangun sejak usia muda. Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok.

“Pemeriksaan kadar karbon monoksida bagi perokok menjadi salah satu bentuk edukasi langsung. Kami ingin menunjukkan bahwa merokok memiliki dampak nyata terhadap kesehatan tubuh, bahkan dapat terdeteksi secara langsung melalui alat pemeriksaan,” tambahnya.(ran)

 

Sumber: