BJB FEBRUARI 2026

Tips Makan Sehat Selama Berpuasa

Tips Makan Sehat Selama Berpuasa

Kepala UPTD Puskesmas Pamulang Fitria Oriza.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Buka puasa menjadi waktu yang paling ditunggu bagi umat muslim untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus selama bulan Ramadan. Namun, masyarakat diimbau tidak asal mengon­sumsi makanan maupun mi­numan saat waktu berbuka tiba.

Setelah menahan lapar dan haus lebih dari 12 jam, tubuh membutuhkan asupan maka­nan sehat dan bernutrisi. Hal itu penting untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan daya tahan agar tidak mudah sakit selama menjalankan ibadah puasa.

Kepala UPTD Puskesmas Pamulang Fitria Oriza menga­takan, saat berpuasa tubuh berada dalam kondisi keku­rangan gula karena sejak sahur tidak ada asupan makanan maupun minuman. Jika lang­sung mengonsumsi makanan berat atau kompleks saat ber­buka, tubuh bisa mengalami kaget.

“Kalau kita berpuasa itu pas­tinya tubuh kita dalam kondisi kekurangan gula. Kita dari terakhir sahur itu setengah lima sudah tidak makan, nanti buka puasanya jam enam sore berarti 12 jam. Kalau langsung mengonsumsi makanan yang kompleks dan berat, tubuh nanti akan kaget,” ujarnya ke­pada Tangerang Ekspres, Kamis (19/2).

Fitria menambahkan, saat berbuka sebaiknya diawali de­ngan makanan manis, se­perti kurma. Ia menyebutkan, dalam ajaran Islam disunnah­kan ber­buka dengan tiga buah kurma dan air putih. “Jadi jangan juga baru buka puasa langsung minum es cendol, makan go­rengan, terus maka­nan berle­mak. Itu akan mem­buat kaget perut kita,” tam­bahnya.

Menurutnya, minuman ma­nis dan gorengan memang menggoda saat berbuka. Na­mun, makanan berlemak akan membuat kerja lambung lebih berat setelah lama tidak me­nerima asupan makanan.

“Pada saat buka puasa me­mang enak minum es yang manis terus makan gorengan. Itu enak di mulut, tapi di perut nanti kaget karena mencerna makanan berlemak itu berat,” jelasnya.

Ia menyarankan, setelah ber­buka dengan yang manis, masyarakat bisa makan secara bertahap. Misalnya mengon­sumsi buah-buahan atau ma­kanan ringan terlebih da­hulu, kemudian makan berat setelah salat Maghrib.

“Bisa dengan kurma, bisa teh manis satu gelas. Kalau ingin minum minuman manis juga tidak apa-apa segelas saja. Misalnya es kelapa. Sete­lah itu bertahap makannya, bisa buah-buahan dulu, maka­nan ringan dulu, baru setelah salat Maghrib makan nasi,” tururnya.

Selain itu, Fitria mengi­ngat­kan agar tidak makan berle­bihan saat berbuka. Ia me­nyebut, kebiasaan “balas den­dam” makan dalam porsi besar bisa mengganggu pen­cernaan. “Jangan mentang-mentang seharian enggak ma­kan langsung balas den­dam, nasi, sop piring mentul, lauk-pauk lengkap. Kalau bisa porsi kecil tapi beberapa kali makan,” tuturnya.

Wanita berkerudung ini juga menyarankan konsumsi maka­nan lengkap dilakukan setelah tarawih. Menurutnya, tubuh akan lebih siap karena sudah bergerak setelah salat. “Bia­sanya habis salat Maghrib kon­sumsi takjil seperti bubur atau kacang hijau. Setelah itu tarawih. Setelah tarawih baru konsumsi makanan leng­kap seperti nasi dengan lauk-pauk,” ungkapnya.

Fitria menegaskan, energi yang didapat setelah makan dapat dimanfaatkan untuk beribadah, seperti tadarus maupun aktivitas lain. Namun ia mengingatkan agar tidak begadang terlalu malam ka­rena harus bangun lagi untuk sahur.

“Tapi jangan juga istirahat terlalu malam. Mungkin jam 11 atau jam 12 setelah selesai ngaji, istirahat. Karena nanti jam 3 sudah bangun lagi buat sahur,” ungkapnya.

Selain soal makanan, ia juga menekankan bahwa kebiasaan merokok saat berbuka sangat tidak baik bagi kesehatan. “Ka­lau orang pas buka lang­sung merokok itu sangat tidak bagus untuk kesehatan. Itu artinya meracuni dirinya sen­diri. Tidak puasa saja merokok tidak baik, apalagi memba­talkan puasa pakai rokok,” tegasnya.

Sumber: