BJB NOVEMBER 2025

Perda Diniyah Tak Berjalan

Perda Diniyah Tak Berjalan

Pelajar Kota Tangerang saat mengikuti perlombaan Tilawatil Qur’an di Masjid Al Azhom.(Dok. Humas Pemkot Tangerang)--

Pihak eksekutif dan legislatif seharusnya menjadi penanggung jawab utama pembinaan iman generasi, tapi faktanya jam pelajaran agama semakin dipangkas,” tandasnya lagi.

Mahdi juga menyinggung jajaran tenaga pendidik di lingkungan sekolah sendiri. Insan pendidikan yang beragama Islam didorong mampu membaca Al Qur’an dengan baik.”Nah, apakah kepala sekolah, pengawas, kepala dinas, dan UPTD benar-benar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Jika pendidik jauh dari Al-Qur’an, bagaimana mungkin murid akan dekat dengan Al-Qur’an,” selorohnya.

Mahdi menegaskan, di era digitalisasi saat ini pendidikan moral dan agama seharusnya diperkuat kepada para pelajar atau generasi muda. Hal itu untuk membentengi para pelajar pada tindakan yang melawan hukum. ”Coba sekarang ini sering kita dengar dampak nyata dari minimnya pendidikan agama, generasi muda jauh dari Al-Qur’an terjadi kerusakan akhlak, tawuran menjadi biasa, murid berani melawan guru, pacaran di dalam kelas hingga konten pornografi di Hape pelajar,” papar KH Mahdi.

”Hilangnya adab, sopan santun, dan rasa malu karena pendidikan agama minim. Al-Qur’an ditinggalkan, maka akhlak pun ikut tumbang,” tandasnya lagi.

 Mahdi sempat menyebut, dalam sejarah beberapa kota besar didunia seperti  Cordoba sebuah kota yang terletak di wilayah Andalusia, Negara Spanyol menjadi pusat peradaban Islam di Eropa pada pemerintahan Abdurrahman I hingga Abdurrahman III, pada 756-961 Masehi. Kemudian Filipina Selatan, Balkan dan Asia Tengah yang sempat menjadi pusat kejayaan Islam. Namun saat ini hanya tinggal sejarah lantaran lalainya pendidikan agama Islam terhadap pelajar dan generasi muda.”Islam runtuh karena iman generasi diputus dari pendidikan,” ujar Mahdi.

Oleh karenanya, dia mendesak Pemkot Tangerang mengimplementasikan Perda Madrasah Diniyah Takmiliyah pada sekolah-sekolah umum baik negeri maupun swasta untuk pelajar beragama Islam. Selain itu, setiap sekolah memfasilitasi sekaligus mewajibkan para pelajar beragama Islam melaksanakan Salat Jum’at di lingkungannya.”Saya juga meminta sekolah-sekolah memfasilitasi pelaksanaan Salat Jumat di sekolah, jadi pihak sekolah bisa mewajibkan bagi pelajar beragama Islam,” pungkasnya.(ziz)

Sumber: