Budaya Gotong Royong dan Buang Sampah Perlu Ditingkatkan
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyampaikan sambutan saat acara Seruan Kebudayaan Serang Utara (Serbuk) di Wisata Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa (19/5).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Budaya gotong royong dan buang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas usai menghadiri acara Seruan Kebudayaan Serang Utara (Serbuk) di Wisata Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa (19/5).
Menurut Najib, Kabupaten Serang memiliki banyak kebudayaan yang perlahan mulai luntur, bahkan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya, seperti budaya gotong royong dan tidak membuang sampah sembarang.
“Budaya tidak melulu tentang sebuah tempat atau objek peninggalan zaman dahulu, melainkan kini gotong royong pun menjadi budaya, bahkan tidak membuang sampah sembarang,” katanya.
Najib berpesan kepada seluruh masyarakat agar bisa merawat lingkungannya, khususnya sampah. Pemerintah secara bertahap akan membuat bank sampah di setiap desa, supaya tidak ada lagi yang buang sampah di pinggir jalan, sungai dan lainnya.
"Budaya ini kan yang sudah dicontohkan leluhur kita, jangan ada lagi yang buang sampah sembarang apalagi ke sungai, perlu edukasi yang akan kita lakukan supaya masyarakat peduli," ujarnya.
Dikatakan Najib, untuk bisa menghargai kebudayaan, salah satunya harus melakukan edukasi secara maksimal, melalui pusat-pusat kebudayaan, agar program-program yang nanti diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah maupun provinsi dan praktisi bidang lainnya.
Pihaknya memberikan perhatian khusus menghidupkan kelestarian budaya. Pemkab Serang akan mendukungnya dengan melakukan berbagai upaya yang bakal dilakukan.
"Apa yang menjadi masukan masyarakat terkait dengan kebudayaan akan kita catat dan tindak lanjuti, karena bicara menghargai kebudayaan ini juga bagian dari indikator kebahagiaan. Perbaikan terus kita lakukan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, supaya mereka peduli terhadap kebudayaan di sekitarnya," ucapnya.
Sementara itu, Camat Tirtayasa Munapri mengaku bahwa di wilayahnya ada beberapa titik sampah liar yang berserakan di pinggir jalan, padahal telah ada beberapa desa yang membuat tempat sampah.
Pihaknya rutin melakukan bersih-bersih sampah yang dilakukan petugas kebersihan, mengangkut sampah liar di jalanan, namun tetap saja beberapa hari kemudian masih ditemukan sampah liar lagi.
"Jadi kaya tidak ada habis-habisnya gitu, saya pernah memantau pagi-pagi sekali dan malam ternyata yang buang itu pegawai, mereka pulang atau berangkat sambil bawa sampah lalu buang asal. Ini kan budaya yang harus dihentikan, maka kita terus melakukan sosialisasi agar perlahan tidak ada masyarakat yang buang sampah secara sembarangan," katanya. (agm)
Sumber:

