Disaksikan Jokowi, Persita Bungkam Persis, Berkat Konsistensi Permainan
Pemain Persita Tangerang merayakan gol saat menghadapi tuan rumah Persis Solo di babak pertama pada laga pekan ke-16 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026). (Dok. @persita.official)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SOLO — Persita Tangerang memberi luka buat suporter Persis Solo yang berharap timnya meraih kemenangan pertama di depan publik sendiri dengan memberi kekalahan 3-1 pada laga pekan ke-16 BRI Super League, Minggu (4/1/2026) sore di Stadion Manahan, Solo.
Kemenangan pada laga yang disaksikan mantan Presiden RI Joko Widodo itu mempertegas ambisi Pendekar Cisadane di papan atas klasemen. Dimana tambahan tiga poin ini membuat posisi Persita Tangerang terdongkrak ke posisi kelima klasemen sementara dengan nilai 28 menggeser posisi Persebaya yang sebelumnya ada di peringkat kelima.
Kemenangan tim Ungu atas skuad berjulukan Laskar Sambernyawa itu tercipta berkat dua gol yang dibuat oleh Aleksa Andrejic di menit ke-15 dan ke-42. Aleksa juga menyumbang 1 assist buat terjadinya gol cepat di menit ke-5 yang dilesakkan lewat sundulan Matheus Alves.
Persis hanya bisa memperkecil kedudukan lewat sepakan Gervane Kastaneer di menit ke-62. Berawal dari tendangan penalti yang diberikan karena Javlon Guseynov dianggap mendorong Jose Cleylton saat kemelut terjadi di kotak penalti. Tendangan Kastaneer sempat digagalkan Igor Rodrigues sayang bola muntah kembali ke kaki Kastaneer yang dengan mudah melesakkan bola ke gawang Persita.
Pada pertandingan kemarin, Carlos Pena mengubah komposisi lini depan dengan memasukkan Aleksa sejak menit awal pertandingan bersama Matheus Alves dan Hokky Caraka.
Komposisi ini ternyata ampuh membongkar pertahanan Persis Solo yang dibesut Milomir Seslija disaat Rayco Rodriguez mendapat pengawalan ketat pemain bertahan Fuat Dapo Sule. Ketiganya bergantian mempersulit pertahanan Xandro Dylan Schenk dkk. Dan proses tiga gol yang dibuat Persita semuanya melibatkan ketiga pemain ini.
Usai laga pelatih Persita Carlos Pena menegaskan rasa puasnya karena pemain menjalankan apa yang diinginkan dirinya dengan tampil penuh konsentrasi.
"Kami memulai pertandingan dengan baik dan penuh konsentrasi, kami memulai pertandingan dengan gol Matheus dilanjutkan gol akurasi Aleksa saat dia mendapat kesempatan. Setelah itu pertahanan kami tampil bagus dalam memainkan waktu dan tempo pertandingan," ucap mantan pelatih Persija Jakarta itu.
"Kami tahu datang kesini untuk bertahan dan menderita untuk bisa meraih poin, pemain mampu menjawab semua keinginan dan menunjukkan karakter dan konsistensi dalam pertandingan sampai akhir pertandingan," imbuh Carlos Pena.
Carlos Pena mengakui konsistensi yang ditampilkan pasukannya tidak lepas dari cara pemain melihat semua tim yang dihadapi memiliki kekuatan yang harus diwaspadai.
Sementara itu Matheus Alves menyatakan bangga bisa mengantar Persita meraih kemenangan dan membawa pulang tiga poin. Menurutnya ia dan pemain Persita yang lain mampu menunjukkan kemampuan Persita yang terbaik.
"Kami tahu menghadapi Persis yang didukung banyak suporter akan sulit, tapi kami semua menunjukkan semangat tinggi karena kami kesini untuk meraih kemenangan. Semua pemain Persita bersama-sama berlari, bertahan dan menyerang, oleh karenanya kami banga atas tiga poin ini," ucap Matheus.
Pada akhir jumpa pers, Carlos Pena menyesalkan pertandingan sempat terhenti cukup lama karena adanya pembakaran flare oleh kelompok suporter Persis Solo. Menurutnya penyalaan flare itu membahayakan bukan saja pemain tapi buat penonton yang hadir.
"Pemain di lapangan sulit melihat bola dan lawan karena asap flare, tapi ini berbahaya karena bisa mengganggu kesehatan banyak orang," tegasnya. (apw)
Sumber:

