Air PDAM Mengecil, Pelanggan Mengeluh
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten yang terletak di Kasemen, Kota Serang.--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Sejumlah pelanggan Perumdam Tirta Madani mengeluhkan aliran air bersih yang mengecil hingga tidak mengalir sama sekali dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Aldi, warga Kasemen Bendung, mengatakan aliran air di rumahnya tidak menentu. Air terkadang mengalir dalam jumlah sedikit, tetapi pada waktu lain tidak mengalir sama sekali.
“Aliran air dari PDAM sedikit sekali, bahkan kadang-kadang tidak ada. Mungkin sekarang ada, nanti sore tidak ada lagi, begitu terus,” kata Aldi kepada Tangerang Ekspres, Selasa (20/10).
Ia menuturkan, berkurangnya pasokan air cukup menyulitkan aktivitas rumah tangga, terutama untuk memasak dan mencuci piring. Ia berharap pihak terkait segera menemukan solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Keluhan serupa disampaikan Ahmad, warga Taman Banten Lestari. Ia mengatakan aliran air PDAM di wilayahnya juga mengecil sejak beberapa hari terakhir, bahkan terkadang tidak mengalir sama sekali.
“Sudah beberapa hari ini aliran air mengecil, bahkan kadang-kadang mati juga. Jadi, aliran airnya tidak menentu,” ujar Ahmad.
Ia berharap gangguan tersebut segera ditangani sehingga aliran air PDAM kembali normal dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi.
Menanggapi keluhan pelanggan, Direktur Utama Perumdam Tirta Madani, Arif Setiawan, menjelaskan gangguan pelayanan dipicu penurunan debit air akibat kemarau dan intrusi air laut yang menyebabkan air Sungai Cibanten tidak dapat diolah.
Menurut Arif, intrusi air laut telah terjadi hampir satu bulan terakhir. Kondisi itu membuat air sungai menjadi asin karena berkurangnya debit air tawar dari wilayah hulu sehingga air laut dari muara masuk ke sungai.
“Ada dua faktor utama yang menyebabkan gangguan pelayanan saat ini. Pertama, penurunan debit air akibat kemarau. Kedua, intrusi air laut yang menyebabkan air sungai menjadi asin sehingga tidak bisa diolah,” kata Arif, saat dikonfirmasi oleh Tangerang Ekspres, Selasa (20/10).
Padahal, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten memiliki kapasitas produksi sekitar 40 liter per detik. Akibat gangguan tersebut, pelayanan saat ini hanya mengandalkan pasokan dari SBS yang melayani dua zona, yakni Kota Serang dan Kasemen.
Keterbatasan pasokan menyebabkan sebagian pelanggan tidak mendapatkan aliran air sama sekali, sedangkan pelanggan lainnya hanya menerima aliran dengan debit kecil. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu operasional pompa apabila air sungai yang asin dipaksakan untuk diolah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumdam melakukan penyetelan katup atau valve guna mengoptimalkan pembagian aliran air. Evaluasi distribusi juga dilakukan untuk mengidentifikasi wilayah yang tidak mendapatkan pasokan dan daerah yang masih menerima aliran dengan debit terbatas.
Arif mengakui, pengaturan distribusi belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan karena jumlah pelanggan yang harus dilayani tidak sebanding dengan ketersediaan air.
Sumber:
