Persediaan Logistik Bencana Menipis
Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian saat diwawancarai wartawan di depan Pendopo Bupati Serang, beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Persediaan (buffer stok) logistik kebencanaan di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang dilaporkan mulai menipis, karena sudah banyak didistribusikan pada beberapa kejadian bencana sebelumnya.
Meski demikian hingga sekarang ini belum ada permintaan bantuan sembako dari masyarakat yang terdampak kekeringan. Karena permintaan bantuan lebih banyak ke perbaikan rumah imbas kebakaran maupun rumah roboh.
Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian mengatakan, stok logistik seperti beras, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya memang terus berkurang seiring dengan distribusi pada beberapa kejadian sebelumnya.
Namun pihaknya memastikan situasi tersebut masih terkendali, karena sejauh ini belum ada permintaan khusus terkait kekeringan yang masuk lebih banyak terkait kebakaran rumah dan rumah roboh.
"Untuk buffer stok memang saat ini mulai menipis, tetapi belum ada permintaan bantuan sembako dari wilayah yang terdampak kekeringan. Selama ini yang minta bantuan dari kecamatan, itu pun kejadian kebakaran atau rumah roboh, jadi masih terkendali untuk buffer stok," katanya saat diwawancarai wartawan di depan Pendopo Bupati Serang beberapa hari lalu.
Yadi mengatakan, pengajuan penambahan buffer stok bencana sudah dipersiapkannya untuk menghadapi kebencanaan pada akhir tahun yang biasanya terjadi.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Banten, serta pihak terkait lainnya, agar kebutuhan masyarakat saat bencana nanti bisa terpenuhi.
"Keterbatasan buffer stok bencana kini menjadi perhatian kami untuk bisa menghadapi potensi bencana termasuk kekeringan. Kami terus berusaha berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi serta pihak lainnya, agar dapat membantu kebutuhan di Kabupaten Serang," ujarnya.
Dalam penanganan kekeringan, Yadi mengaku, sudah berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk bisa memberikan pinjaman mobil tangki air supaya bisa mendistribusikan air bersih ke wilayah kekeringan.
Karena Dinsos Kabupaten Serang saat ini hanya memiliki satu unit mobil tangki air yang kondisinya perlu perbaikan karena sudah lama tidak beroperasi. Sementara ini distribusi air bersih ke wilayah kekeringan dibantu Perumda Tirta Al Bantani dan Polres Serang.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, BPBD Kabupaten Serang mencatat awalnya ada tujuh kecamatan di wilayah Serang Utara yang terdampak kekeringan. Selain itu ada dua kecamatan yang mengajukan permohonan suplai air yakni Kecamatan Baros dan Petir.
Ada beberapa penanganan yang sudah dilakukan, mulai dari BPBD telah berkoordinasi dengan lintas sektoral baik Pemprov Banten maupun perusahaan-perusahaan penyedia air yang bisa memberikan air kepada masyarakat.
"Pemkab Serang juga terus melakukan mitigasi dan pemetaan daerah-daerah mana saja yang membutuhkan air. Sehingga, pada akhirnya kita menginginkan masyarakat kami tidak kekurangan air pada musim kemarau ini," katanya. (agm)
Sumber:

