BJB

SK Peningkatan Status Bencana Belum Diterima

SK Peningkatan Status Bencana Belum Diterima

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah ketika menyampaikan sambutan pada acara puncak peringatan HUT Ke-80 PGRI Kabupaten Serang, beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, mengaku belum menerima Surat Keputusan (SK) soal peningkatan status keben­ca­naan kekeringan. Ke­mung­kin­annya status kebencanaan dalam waktu dekat tidak akan di­ting­katkan.

Karena kondisi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah kini masih tergolong terkendali dan bisa ditangani pemerintah daerah bersama instansi terkait lainnya.

Diketahui berdasarkan data sementara dari Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, wilayah ter­dampak kekeringan bertambah menjadi delapan kecamatan.

Sampai sekarang masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena sumber air warga mulai mengering akibat dampak kekeringan yang semakin meluas.

Zakiyah mengatakan, sampai saat ini belum ada peningkatan status kebencanaan kekeringan, sebab belum ada arahan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta masih bisa ditangani oleh Pemkab Serang maupun instansi terkait lainnya.

"Sampai saat ini kita belum sampai kepada meningkatkan status, masih bisa kita antisipasi dan insyaallah masih dalam ke­adaan yang bisa kita tindak lanjuti, semuanya masih aman terkendali," katanya kepada war­tawan di depan Pendopo Bupati Serang, Rabu (12/8).

Zakiyah mengaku, belum me­nerima SK yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Serang soal ke­­inginan­­nya untuk meningkatkan status dari bencana menjadi siaga bencana.

Kemungkinan SK tersebut masih di Bagian Hukum Pemkab Serang untuk dilakukan pengkajian ter­lebih dahulu sebelum disampaikan ke dirinya.

"Masih dikaji dulu ya, karena memang berkasnya juga belum sampai ke meja saya," ujarnya.

Dikatakan Zakiyah, pemberian bantuan berupa air bersih masih terus dilakukan terutama di Serang Utara. Pihaknya juga terus ber­koor­dinasi dengan lintas sektoral seperti TNI Polri, PMI, dan pe­rusahaan untuk ikut membantu menyalurkan air bersih.

"Kita juga telah mengerahkan bantuan air bersih dari PDAM, kerjasama dengan mitra-mitra strategis kita dan alhamdulillah itu sudah kita bantu semuanya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekre­taris BPBD Kabupaten Serang Fakih mengatakan, sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Serang sampai sekarang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Karena sumber air warga yang mulai mengering akibat dampak kekeringan yang semakin meluas.

Sehingga pihaknya mulai me­ngusulkan adanya peningkatan status kebencanaan dari bencana menjadi siaga bencana, agar penanganan kekeringan ini bisa dilakukan secara maksimal.

"Sementara ini yang paling ba­nyak permintaan air bersih dari Kecamatan Tanara dan Carenang, selebihnya tersebar di beberapa kampung. Maka kita mau me­ngusulkan SK peningkatan status bencana ke Ibu Bupati tinggal menunggu untuk ditandatangani," katanya.

Sumber: