BJB

Wisata Gunung Gedor Mulai Diuji Coba

Wisata Gunung Gedor Mulai Diuji Coba

Kepala Disparpora Kota Serang Zeka Bachdi saat diwawancarai di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Selasa (21/7). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pengembangan kawasan wisata Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung, Ke­ca­matan Taktakan, mulai menunjukkan perkembangan. Meski belum diresmikan seba­gai destinasi wisata, aktivitas berkemah di kawasan tersebut telah dibuka secara terbatas melalui tahap uji coba.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Dis­parpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan ting­ginya minat pengunjung ter­lihat dari banyaknya masya­rakat yang telah mendaftarkan diri untuk menikmati penga­laman berkemah di Gunung Gedor. Bahkan, sebagian calon pengunjung kini harus masuk daftar tunggu karena kuota yang tersedia masih terbatas.

"Antusias masyarakat cukup tinggi, bahkan sudah banyak yang masuk waiting list untuk camping di sana," kata Zeka saat ditemui di Pusat Peme­rintahan Kota (Puspemkot) Serang, Selasa (21/7).

Menurutnya, pembatasan jumlah pengunjung dilakukan agar aktivitas wisata tetap aman dan nyaman. Kawasan perke­mahan saat ini diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 50 hingga 60 tenda dalam satu waktu.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan, kata Zeka, pendaftaran sementara masih dikoordinasikan melalui pemerintah Kelurahan Ciben­dung bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang men­jadi pengelola kawasan.

Ia menjelaskan, konsep pe­ngem­bangan Gunung Gedor mengedepankan pember­da­yaan masyarakat. Seluruh akti­vitas pengelolaan wisata diserah­kan kepada warga bersama Pokdarwis, sedangkan peme­rintah daerah berperan sebagai pendamping agar pengelolaan destinasi berjalan sesuai prinsip pariwisata berke­lanjutan.

"Pengelola utamanya ma­syarakat. Pemerintah hanya melakukan pendampingan, memberikan edukasi mengenai sadar wisata, sekaligus menyiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan agar destinasi ini berkembang dengan baik," ujarnya.

Selain melakukan pembinaan kepada pengelola, Disparpora juga mulai mengkaji peluang penerimaan daerah apabila destinasi tersebut telah ber­operasi secara penuh. Kajian tersebut mencakup potensi retribusi dari sektor parkir, kebersihan, maupun layanan pendukung lainnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum diberlakukan tarif resmi bagi wisatawan. Selama masa uji coba, pengelolaan biaya masih dilakukan secara sederhana oleh pengelola di lapangan dan belum ditetap­kan sebagai tarif yang bersifat tetap.

Di sisi lain, Pemkot Serang masih melakukan serangkaian kajian sebelum Gunung Gedor ditetapkan sebagai destinasi wisata baru. Disparpora bersa­ma Badan Perencanaan Pem­ba­ngunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menye­le­saikan uji potensi yang meliputi aspek keselamatan kawasan, kelayakan pengelolaan, hingga proyeksi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara itu, Camat Tak­takan Mamat Rahmat mengata­kan, pihaknya terus mendu­kung pengembangan Gunung Gedor sebagai destinasi wisata baru di Kota Serang. Menu­rutnya, selain memiliki pano­rama alam yang menarik, kawasan tersebut juga diyakini mampu mem­berikan dampak eko­nomi bagi masyarakat apa­bila dikelola secara berkelanjutan.

"Kalau ini benar-benar terwu­jud, bukan hanya menambah destinasi wisata di Kota Serang, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM," ujar Mamat. (ald)

Sumber: