106 Warga Lebak Jadi Pekerja Migran Indonesia
Sekretaris Disnaker Lebak Rully Chaeruliyanto.(A Fadilah/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 106 orang warga Lebak menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tujuan berbagai negara. Namun, mayoritas Arab Saudi menjadi tujuan PMI asal Lebak.
Sekretaris Disnaker Lebak Rully Chaerulliyanto mengatakan, dari total PMI yang diberangkatkan, sebanyak 61 orang ditempatkan di Arab Saudi, Malaysia 15 orang, dan Taiwan sebanyak sembilan orang.
“Iya, data tersebut kita verifikasi mulai dari Januari hingga Mei 2026, dan Arab Saudi menjadi negara penempatan terbanyak,” kata Rully Chaeruliyanto kepada wartawan di Rangkasbitung, Selasa (23/6).
Selain Arab Saudi, Malaysia dan Taiwan, PMI asal Lebak juga tersebar ke berbagai negara lain, termasuk Singapura, Jepang, Hong Kong, Qatar, Bahrain, Turki, Jerman, Slovakia, hingga Uni Emirat Arab.”PMI yang berangkat berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Rully menerangkan, tren peningkatan PMI setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, khususnya dalam tiga tahun terakhir: 202 orang pada 2023, naik menjadi 227 orang pada 2024, dan melonjak tajam menjadi 351 orang pada 2025.”Peningkatan tersebut dipengaruhi kesadaran masyarakat untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi yang terverifikasi pemerintah,” tuturnya.
Lanjut dia, PMI yang berangkat secara legal mendapat perlindungan hukum dan terhindar dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).”Kami terus mendorong agar masyarakat tidak berangkat secara ilegal, melalui sosialisasi ke berbagai kecamatan. Bahkan pemerintah daerah kini memperkuat edukasi dan pengawasan untuk menekan praktik keberangkatan nonprosedural di Lebak,” paparnya.
Anggota DPRD Lebak Abdul Regen mengapresiasi peningkatan pekerja Migran yang menempuh prosedural. Untuk itu, Edukasi dan sosialisasi oleh dinas menjadi sangat penting, agar masyarakat faham mana yang legal dan mana perusahaan ilegal.”Saya juga minta, agar Disnaker terus memantau keberadaan PMI yang saat ini sudah berangkat, sehingga bila mana ada masalah cepat diketahui dan ditindak lanjuti,” ucap Regen.(fad)
Sumber:

