Wagub Sorot Toilet Campur Untirta
Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, saat diwawancarai awak media di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (6/4). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menyoroti terkait dengan fasilitas toilet yang ada di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Hal ini menindaklanjuti terkait kasus dugaan perekaman dosen oleh mahasiswa di toilet beberapa waktu lalu.
Dimyati mengecam tindakan asusila yang dilakukan oleh mahasiswa, dan meminta pihak kepolisian segera menindaklanjutinya dan memproses kasus tersebut.
"Disikat saja itu, nanti saya minta kepolisian untuk segera menindaklanjuti. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi di Banten," katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (6/4).
Meski begitu, ia juga menyoroti fasilitas toilet yang ada di salah satu kampus terbaik di Banten itu. Menurutnya penggunaan toilet campur antara laki-laki dan perempuan tidak tepat digunakan untuk sekelas kampus dengan pengguna yang cukup banyak.
"WC itu kalau satu dua boleh laki atau wanita, tapi tidak boleh bareng-bareng. Untuk tempat-tempat besar seperti kampus harus dipisah," ujarnya.
Ia menegaskan, pemisahan toilet bukan hanya bertujuan untuk efisiensi penggunaan bagi banyak orang, melainkan juga untuk meningkatkan keamanan dan privasi. Bahkan Dimyati menyebut akan langsung menghubungi Rektor Untirta, Fattah Sulaiman.
"Nanti saya kasih tahu Pak Fattah itu. Jadi itu nyampur ya? Tidak boleh. WC wanita, WC laki-laki kan beda," ungkapnya.
Adapun sanksi bagi pelaku, Wagub mendorong adanya langkah tegas bagi mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan asusila tersebut. Ia juga mempertimbangkan tindakan tegas seperti dikeluarkan dari kampus.
"Ya keluarkan saja kalau memang kaya begitu sudah nakal. Kebiasaan saya, kalau yang nakal dikeluarkan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Humas Untirta, Adhitya Angga Pratama, membenarkan terkait kejadian tindakan kekerasan seksual no fisik di Untirta.
Ia mengaku, Satgas Pencegahan, Penanganan kekerasan (PPK) Untirta telah melakukan pendampingan kepada korban, dan telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Banten.
"Kasusnya sudah ditangani Polda Banten," katanya.
Terkait dengan fasilitas toilet, ia mengaku pihaknya terus berkomitmen meningkatkan fasilitas untuk layanan yang lebih baik, sesuai dengan komitmennya menjadikan kampus yang aman, nyaman, inklusif dan terbebas dari tindak kekerasan apapun.
"Kita akan terus komitmen, ini dibuktikan dengan salah satu upaya nyata yaitu dengan adanya satgas PPK," jelasnya.
Sumber:
