BJB FEBRUARI 2026

Kecelakaan Laut Tembus 40 Kasus Selama Libur Lebaran

Kecelakaan Laut Tembus 40 Kasus Selama Libur Lebaran

Suasana pengunjung pantai selatan di Kabupaten Lebak, belum lama ini. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Ka­bupaten Lebak mencatat ke­celakaan (laka) laut selama libur lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, tercatat sebanyak 40 kasus, terjadi di kawasan wi­sata pantai, dengan dua wi­satawan dilaporkan me­ninggal dunia.

Erwin Komara Sukma, Ketua Balawista Kabupaten Lebak mengatakan, tingginya angka kecelakaan laut selama libur lebaran dipicu oleh perilaku wisatawan yang mengabaikan peringatan keselamatan di kawasan pantai.

“Kita sudah siapkan bendera merah, petugas sudah meng­imbau, tapi di lapangan masih banyak yang mengabaikan,” kata Erwin kepada wartawan, melalui sambungan telepon, Selasa (31/3). 

Menurut dia, kondisi alam seperti gelombang tinggi dan arus kuat memang berisiko, namun insiden justru banyak terjadi karena pengunjung tetap beraktivitas di zona berbahaya yang telah diberi tanda larangan.

"Sebetulnya jika wisatawan patuh dan tidak masuk ke zona merah, laka laut bisa terhindarkan," ujarnya. 

Erwin menjelaskan, dari total kejadian tersebut, dua wisatawan dilaporkan me­ninggal dunia. Salah satu kor­ban merupakan wisatawan asal Pandeglang yang terseret ombak di Pantai Sawarna. Korban sempat mendapatkan penanganan medis setelah berhasil dievakuasi, namun tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, korban lain­nya yang berasal dari Depok dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Pulau Manuk. 

“Setiap laka laut, kita bersa­ma tim SAR gabungan ber­upaya melakukan pencarian,” tutur Erwin.

Herdin, relawan BPBD Lebak di Kecamatan Panggarangan menambahkan, kasus kece­lakaan laut terjadi di sejumlah titik wisata pantai selatan Lebak. Mulai dari kawasan Pantai Ciantir, Goa Langir, Pasir Putih Ciara, hingga Karang Seke yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat.

Ia menegaskan, upaya peng­awasan di lapangan telah dilakukan secara maksimal oleh petugas. Namun, kese­lamatan tetap bergantung pada kepatuhan pengunjung terhadap rambu yang telah dipasang.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keselamatan juga tergantung kepatuhan wisa­tawan. Jangan abaikan pe­ringatan,” ucapnya. (fad)

Sumber: