Bapperida Kroscek Kenaikan Kasus Stunting
Plt Kepala Bapperida Kabupaten Lebak Widy Ferdian. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
LEBAK — Angka stunting di Kabupaten Lebak tahun 2025 lalu dilaporkan mengalami kenaikan sebanyak 530 anak pada tahun 2026. Namun, Pemkab Lebak mengaku kenaikan stunting ini belum terkonfirmasi dengan jelas.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian mengaku, mengenai data tersebut sedang dilakukan pengecekan ulang.
”Hasil input operator di tingkat Posyandu dan desa tersebut sedang kami krocek. Kemarin Pak Sekda sudah meminta dinas kesehatan untuk mengklarifikasi data itu,” kata Widy, di setda Lebak, Senin (30/3).
Menurut Widy, pada tahun 2024, kasus stunting di Kabupaten Lebak tercatat 4.154. Namun berdasarkan laporan data yang masuk tahun 2025, ada kenaikan secara individu menjadi 4.684.
”Kenaikannya itu terlokalisir di beberapa Puskesmas seperti Pajagan, Cikulur, kemudian Bayah. Di sana angka (kenaikan) cukup besar,” ungkapnya.
Widy menjelaskan, pengecekan harus dilakukan pemerintah daerah karena dari data yang dilaporkan masing-masing posyandu tersebut terdapat beberapa yang terindikasi tidak normal.
”Istilahnya ada yang anomali karena kenaikannya sampai 10 sampai 32 persen. Makanya oleh teman-teman di dinas kesehatan mau kroscek dulu. Kami khawatir ada pemahaman petugas atau operator yang tidak terstandar,” tuturnya.
Kata Widy, bisa juga karena pemahamannya atau mungkin kerusakan alat dan sebagainya, karena tidak mungkin ada penambahan 500 atau 700 orang.
”Maka dari itu, kita butuh verifikasi data itu,” ucapnya.
Sementara itu, sebelumnya Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi menyoroti kasus stunting di Kabupaten Lebak yang meningkat secara signifikan dalam kurun waktu dua bulan di tahun 2026 yang mencapai lebih dari 2.000 kasus. Hal ini harus menjadi perhatian khusus, karena khawatir terhadap kondisi tumbuh kembang generasi di Lebak ini.
Rossi mengatakan, berdasarkan pembaruan data Februari 2026, jumlah balita yang teridentifikasi stunting di Lebak naik menjadi 6.300 anak. Sebelumnya, di periode 29 Januari 2026, tercatat 4.124 anak atau sekitar 5,66 persen dari total balita.
”Kenaikan kasus stunting dalam waktu relatif singkat ini, perlu penanganan khusus dan cepat,” kata Rosi, saat kunjungan kerjanya di Lebak, beberapa waktu lalu
Dengan peningkatan kasus tersebut, Kabupaten Lebak tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus stunting tertinggi kedua di Provinsi Banten setelah Kabupaten Pandeglang.
Rosi menilai, lonjakan ini tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Sumber:

