Seleksi Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Diperketat
Siswa Sekolah Rakyat di Rangkasbitung mengikuti kegaitan yang di gelar di Gedung BPMP, belum lama ini. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menerapkan seleksi peserta didik Program Sekolah Rakyat dengan ketat. Sehingga, calon siswa wajib melalui tahapan asesmen berlapis hingga mendapatkan persetujuan kepala daerah sebelum ditetapkan sebagai peserta didik.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty mengatakan, untuk peserta didik tahun ajaran baru 2026/2027, target peserta didik 200 orang yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu yang masuk pada Desil 1 dan 2 dengan kategori miskin ekstrem dan rentan miskin.
"Proses penjaringan siswa dilakukan secara bertahap dan tidak bisa dilakukan tanpa verifikasi menyeluruh. Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 berjalan baik, mulai jenjang SD, SMP dan SMA," kata Lela kepada wartawan di Rangkasbitung, Rabu (4/3).
Menurut Lela, kuota 200 peserta didik tahun ajaran baru nanti terdiri dari 25 siswa jenjang SD, 75 siswa SMP dan 100 siswa SMA. Mereka akan menempati gedung baru yang dibangun oleh Kementerian PUPR di Panggarangan.
"Iya, tahun ajaran baru siswa Sekolah Rakyat akan menempati gedung baru yang dibangun Kementerian PUPR yang sudah dilengkapi sarana/prasarana, mulai dari gedung asrama, ruang belajar, ruang dapur, lapangan sepak bola, kesenian dan lainnya," ujarnya.
Kata dia, pemerintah daerah melibatkan tim tenaga pendamping sosial, khususnya Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam penjaringan calon siswa.
"Semua calon siswa Sekolah Rakyat sebanyak 200 orang itu dari hasil asesmen yang diajukan ke Bupati untuk diterbitkan SK peserta didik dari keluarga Desil 1 dan 2," paparnya.
Terpisah, Kepala Sekolah Rakyat SMA Lebak, Candra Lestianta Budiharja mengaku, peserta didiknya mengikuti proses pembelajaran dengan fokus, baik di ruang kelas maupun di asrama.
"Program Sekolah Rakyat ini bertujuan mencetak anak-anak dari keluarga miskin agar memiliki kompetensi, keterampilan, serta menjadi sumber daya manusia unggul," ucapnya. (fad)
Sumber:

