BJB NOVEMBER 2025

Revitalisasi Alun-Alun Banyak Catatan

Revitalisasi Alun-Alun Banyak Catatan

Bupati Lebak Moch Hasbi Jayabaya saat meninjau Alun-Alun Rangkasbitung yang baru saja selesai dan diresmikan, Selasa (6/1). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Bupati Lebak Moch Hasbi Jayabaya meresmikan Alun-Alun Rangkasbitung yang belum lama ini selesai direvi­talisasi dengan anggaran Rp4,9 miliar yang bersumber dari APBD Lebak tahun 2025. Na­mun, saat peresmian dan me­ninjau, Hasbi kecewa, kare­na beberapa fasilitas yang di­ba­ngun belum sesuai harapan. 

Sehingga, putra dari Mulyadi Jayabaya tersebut langsung memerintahkan untuk mela­kukan evaluasi lapangan dan meminta pihak kontraktor segera memperbaiki sejumlah fasilitas yang dinilai masih memiliki kekurangan.

Menurut Hasbi, penataan alun-alun dilakukan untuk menghadirkan ruang publik yang representatif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Alhamdulillah dengan ang­garan 4,9 miliar lebih revita­lisasi alun-alun ini bisa terwu­jud. Fasilitasnya bukan hanya basket dan voli, tapi juga skateboard, tempat bermain anak, olahraga lansia, hingga lintasan lari,” kata Hasbi saat usia meresmikan Alun-Alun Rangkasbitung, kemarin. 

Meski demikian, Hasbi me­ne­gaskan masih terdapat be­berapa catatan penting yang harus segera ditindak­lanjuti oleh kontraktor. Catatan pertama berkaitan dengan kualitas pekerjaan pada se­jumlah sarana.

“Saya minta kepada kontrak­tor untuk segera memperbaiki dengan menggunakan ang­garan pemeliharaan,” te­gasnya.

Catatan kedua, Hasbi menyo­roti kondisi air mancur yang dinilainya keruh dan tidak mencerminkan semangat penataan kota.

“Air mancur ini harus diper­baiki. Kalau airnya keruh, ba­gaimana mau jadi Lebak Ruhay,” ujarnya.

Selain itu, Hasbi juga mene­kankan pentingnya penge­lolaan sampah di kawasan alun-alun. Ia menyebut telah disediakan 14 titik tempat sampah untuk mendukung pemilahan antara sampah organik dan nonorganik.

Hasbi tidak menampik ada­nya kritik dari berbagai elemen masyarakat, termasuk war­ganet, yang menilai anggaran rehabilitasi alun-alun seha­rusnya diprioritaskan untuk sektor lain, seperti perbaikan jalan. Namun ia menegaskan, penataan tata kota merupakan bagian pen­ting dari pem­bangunan daerah.

“Kalau kita tidak mulai membenahi tata kota, kita akan tertinggal dari daerah lain. Jalan rusak tetap kita perbaiki, tapi alun-alun ini ikon dan ruang bersosial ma­syarakat Lebak,” jelasnya.

Menurut Hasbi, penataan Alun-Alun Rangkasbitung juga bertujuan mengurangi keter­gantungan anak terhadap ga­wai serta meningkatkan in­ter­aksi sosial di ruang terbuka.

“Orang tua harus sering mengajak anaknya bermain ke alun-alun. Jangan sampai anak-anak terlalu banyak meng­habiskan waktu di hand­phone sehingga kehilangan kemampuan berinteraksi,” paparnya.

Yadi, Kasatpol PP Lebak me­ngatakan, terkait penataan pedagang dan tata kelola lanjutan kawasan kota, saat ini masih dalam proses. 

Sumber: