Pengelola Pantai Menjerit
Suasana pantai di Pantai Sambolo Satu Anyer, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, dikunjungi wisatawan, Minggu (4/1). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
Meski ramai dikunjungi wisatawan, namun tidak sepadat tahun lalu yang bisa membuat pantai menjadi penuh, bahkan pernah tidak mampu lagi menampung wisatawan.
"Tahun ini mah turun pendapatan juga, tidak banyak sih hanya 10 persen turunnya, namun lumayan juga beda dengan tahun lalu yang sampai 100 persen. Memang ramai sih, tapi tidak sepadat tahun lalu sekarang mah longgar gitu," katanya.
Turunnya pendapatan ini, kata Bondan, disebabkan oleh hoaks seputar kondisi pantai Anyer Cinangka, yang disebutkan buruk, cuaca ekstrem, angin kencang, GAK, dan ombak tinggi.
Padahal, kejadian yang sebenarnya tidak ada, yang artinya kondisi pantai masih aman dan nyaman dikunjungi.
"Gegara berita hoaks yang susah dicegahnya, jadi turun pendapatan kami, semoga aja kedepannya bisa dicegah sama pemerintah ya. Karena, bentar lagi menghadapi libur lebaran juga, tiga bulan lagi kan semoga saja semakin ramai pantai ini," ujarnya.
Terpisah, Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman mengatakan, okupansi hotel pada libur Nataru bermacam-macam namun dirata-ratakan mencapai 60 sampai 80 persen.
Okupansi hotel tahun ini, mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 50 sampai 70 persen, karena memang sepi pengunjung akibat berita hoaks yang tidak bisa dibendung.
"Okupansi hotel bermacam-macam, namun kalau dirata-ratakan itu mencapai 60 sampai 80 persen. Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini justru mengalami kenaikan sekitar 70 persen, kalau tahun lalu dari Oktober sampai Desember itu sepi karena ada isu hoaks," katanya.
Dikatakan Yurlena, yang membuat adanya kenaikan okupansi karena promosi besar-besaran yang dilakukan PHRI Kabupaten Serang, dan Pemkab Serang.
Promosi yang digaungkan yaitu, seputar kondisi cuaca pantai Anyer Cinangka yang aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan, serta paket-paket akhir tahun hotel yang menjadi daya tarik wisatawan untuk menginap.
"Kami bersama-sama dengan Diskominfo, lalu Disporapar, dan Ibu Bupati juga mempromosikan bahwa kondisi cuaca Anyer Cinangka aman untuk dikunjungi. Sehingga, wisatawan pun percaya dan akhirnya ramai dikunjungi, karena aman dan nyaman," ujarnya.
Mayoritas yang menginap di hotel, kata Yurlena, berasal dari Jabodetabek bahkan ada dari Bandung juga, mereka menginap paling lama ada yang tiga hari bahkan lebih.
"Kalau mancanegara kurang tahu ya tapi kalau di hotel Novusjiva, Aston, atau Mamburuk, biasanya ada namun kurang tahu belum ada laporannya," ucapnya. (agm)
Sumber:

